RADAR MALANG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 yang dilaksanakan serentak secara nasional terpantau berjalan lancar. Walaupun berbasis digital dan menghadapi beberapa hambatan teknis, hal ini masih bisa teratasi.
Mulai dari hari pertama pelaksanaan TKA SD hingga hari ini, Kemendikdasmen mencatatkan respons positif dari berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Berdasarkan pemantauan pusat, kesiapan teknis sekolah dalam menjalankan sistem tes berbasis komputer menjadi kunci utama.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Program Diaspora Berdampak, Siapkan Hibah hingga Rp 70 Juta
Akan tetapi, hambatan jaringan dan keterbatasan jumlah komputer terjadi pada sekolah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, dapat diatasi dengan menerapkan sistem sif (pembagian waktu) agar seluruh siswa dapat mengikuti tes secara bergantian.
Upaya kolaboratif juga terlihat dengan adanya saling pinjam perangkat antar-instansi atau penggunaan laptop pribadi guru untuk menutupi kekurangan sarana.
Hal serupa terlihat di Jawa Barat, tepatnya di SD Negeri Majalengka Wetan IV. Sekolah ini sempat mengalami kendala teknis pada awal sesi, namun berhasil diatasi dengan sigap. Melalui koordinasi yang baik dengan proktor dan teknisi pusat, masalah tersebut dapat diselesaikan tanpa mengganggu pelaksanaan ujian dan konsentrasi siswa.
Baca Juga: Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Pelatihan Inklusif untuk Guru, Targetkan 1.500 Peserta di Tahun 2026
Pihak Kemendikdasmen mengapresiasi kerja keras para guru, proktor, dan orang tua siswa dalam menyukseskan gelaran TKA SD tahun ini.
Program ini diharapkan mampu memberikan data yang komprehensif mengenai peta kemampuan akademik siswa di tingkat dasar sebagai bahan evaluasi kebijakan pendidikan ke depan.
Editor : Aditya Novrian