Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemendiktisaintek Buka Program Diaspora Berdampak, Siapkan Hibah hingga Rp 70 Juta

S
KOLABORASI RISET: Program Diaspora Berdampak 2026 resmi dibuka oleh Kemendiktisaintek untuk memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi nasional.
KOLABORASI RISET: Program Diaspora Berdampak 2026 resmi dibuka oleh Kemendiktisaintek untuk memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi nasional.

Advertisement

 MALANG, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan program Diaspora Berdampak 2026. Program itu dirancang untuk memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi dengan kolaborasi antara diaspora Indonesia dan peneliti dalam negeri.

Pendaftaran program itu telah dibuka sejak 21 April hingga 30 September 2026 dengan kuota penerima sebanyak 100 diaspora. Setiap proyek kolaborasi berkesempatan mendapatkan pendanaan maksimal sebesar Rp70 juta dengan skema hibah.

Advertisement

Program ini memfasilitasi kolaborasi strategis antara ilmuwan diaspora Indonesia dengan para peneliti lokal. Melalui kemitraan ini, pemerintah berharap terjadi transfer pengetahuan dan inovasi yang lebih masif di lingkungan akademisi.

Pelaksanaan kegiatan akan dimulai tanggal 1 Mei sampai 31 Oktober 2026 secara offline, sehingga interaksi antara peneliti dan diaspora dapat berlangsung secara langsung dan mendalam. Integrasi keahlian internasional ini dipercaya mampu meningkatkan kualitas publikasi dan penelitian dosen lokal.

Advertisement

Penyelenggara menekankan pentingnya efisiensi waktu dalam pelaksanaan program agar dampak riset dapat segera dirasakan oleh institusi.

Program Diaspora Berdampak merupakan peluang emas bagi akademisi Indonesia untuk memerluas jejaring internasional. Dengan dukungan dana hibah dan pendampingan ahli, penelitian perguruan tinggi diharapkan mampu mencapai standar global yang lebih kompetitif.

Informasi lebih lanjut mengenai teknis pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Kemendiktisaintek.

Advertisement

Artikel Terkait

Line-Up FIFA ASEAN Cup Garuda Tuai Polemik, Herdman Tegaskan: “Mereka Orang Indonesia”

Line-Up FIFA ASEAN Cup Garuda Tuai Polemik, Herdman Tegaskan: “Mereka Orang Indonesia”

Kemenangan 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 dibayangi sorotan soal komposisi pemain Timnas Indonesia yang didominasi pemain naturalisasi. John Herdman pun buka suara soal polemik tersebut

Kenapa Kita Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali? Ini Alasannya

Kenapa Kita Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali? Ini Alasannya

Alasan psikologis dan emosional di balik kebiasaan menonton ulang film, serta bagaimana cerita yang familiar dapat menghadirkan rasa nyaman sekaligus makna baru seiring perubahan hidup penonton.

Pahami Mental Pesepak Bola Muda Indonesia, Universitas Negeri Malang Datangkan Peneliti dari Inggris

Pahami Mental Pesepak Bola Muda Indonesia, Universitas Negeri Malang Datangkan Peneliti dari Inggris

Mencoba memahami mental pesepakbola muda sekaligus menjawab pertanyaan besar, "mengapa tim sepakbola muda kita berprestasi lebih bagus dari tim senior?" Tim peneliti Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer