MALANG, RADAR MALANG - Mahasiswa semakin rentan mengalami academic burnout akibat tekanan tugas, tuntutan prestasi, dan ritme belajar yang tidak seimbang. Fenomena ini penting diperhatikan karena berdampak langsung pada kesehatan mental dan kualitas pembelajaran.
Baca Juga: Hanya Tampung 1 Persen Pendaftar, Inilah Daftar Jurusan Paling Ketat di 2026
Apa Itu Academic Burnout?
Menurut American Psychological Association, academic burnout adalah kondisi ketika pelajar merasa lelah secara mental terhadap tuntunan studi dan merasa tidak kompeten. Burnout sering dikaitkan dengan ketidakpuasan dan rendahnya komitmen terhadap belajar.
Academic burnout tidak hanya menurunkan fokus, tetapi juga memengaruhi motivasi belajar. Mahasiswa yang mengalami kondisi ini cenderung merasa jenuh, kehilangan minat, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas secara optimal.
Penyebab Utama Academic Burnout
Beban tugas menuntuk mahasiswa untuk beristirahat, memulihkan diri, dan mengembalikan keseimbangan di kehidupan kuliah. Oleh karena itu, diperlukan kontrol untuk menentukan apa yang bisa mereka lakukan dan kapan mereka bisa melakukannya tanpa harus mencapai titik kelelahan.
Baca Juga: Stop Hustle Culture! Mengenal Tren Slow Academic bagi Mahasiswa
Selain itu, kurangnya apresiasi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya academic burnout. Apresiasi sering terlupakan dan sulit didapatkan bagi mahasiswa. Dengan demikian, validasi dari dosen, keluarga, kampus, dan teman menjadi hal yang penting.
Solusi dan Upaya Pencegahan
Jika gejala di atas terasa akrab, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan.
Evaluasi kebiasaan sehari-hari. Perhatikan daftar tugas dan pertimbangkan apakah tugas tersebut dapat dikerjakan dan diselesaikan secara realistis.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Program Diaspora Berdampak, Siapkan Hibah hingga Rp 70 Juta
Temukan dukungan sosial melalui teman dan orang tua. Berinteraksi dengan orang terdekat dapat mengurangi efek academic burnout.
Atur jadwal waktu secara realistis dan pastikan porsi istirahat dan olahraga yang cukup.
Burnout akademik merupakan fenomena nyata yang perlu disadari sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat, mahasiswa dapat menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan diri.
Editor : Aditya Novrian