Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perluasan PJJ Pendidikan Menengah ke 34 Provinsi, Kemendikdasmen Targetkan Jangkau 3.500 Anak Tidak Sekolah

Xeon Rhao Loudra Widadi • Selasa, 28 April 2026 | 12:12 WIB
RESMIKAN PROGRAM PJJ: Mendikdasmen resmi meluncurkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi para ATS. (Dok. Kemendikdasmen)
RESMIKAN PROGRAM PJJ: Mendikdasmen resmi meluncurkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi para ATS. (Dok. Kemendikdasmen)

BANTEN, RADAR MALANG - Setelah sukses melakukan uji coba Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada tahun 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini memperluas implementasi program ini ke seluruh 34 provinsi.

Program ini menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) agar dapat kembali mengenyam pendidikan. Peluncuran implementasi PJJ skala penuh dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Kabupaten Tangerang, pada Kamis (23/4).

Baca Juga: Sukses Atasi Kendala Teknis di Beberapa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kelancaran TKA SD 2026

“Kita harus menekankan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang hanya sebatas kegiatan formal di ruang kelas, melainkan sebagai proses pembelajaran yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. PJJ ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan.” ungkap Mendikdasmen dalam sambutannya.

Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam peluncuran program ini. Sebagai tahap awal, sebanyak 20 sekolah telah ditetapkan sebagai mitra sekaligus pionir dalam pelaksanaan PJJ.

Baca Juga: Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Pelatihan Inklusif untuk Guru, Targetkan 1.500 Peserta di Tahun 2026

Selain itu, Tatang Muttaqin selaku Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menjelaskan bahwa penerapan PJJ secara luas merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu dan pemerataan akses pendidikan.

Berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen, saat ini jumlah ATS untuk jenjang pendidikan menengah mencapai sekitar 1,13 juta dari total 4 juta ATS di Indonesia. Mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat khusus, salah satunya melalui PJJ.

Baca Juga: Tinjau Sekolah di Magelang, Mendikdasmen Ingatkan: Meski Pakai Teknologi, Siswa Jangan Lupa Menulis

“Prioritas pelaksanaan PJJ ini untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah dengan ATS tinggi, daerah rawan bencana, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan anak pekerja migran Indonesia yang tinggi.” Ujar Dirjen Tatang.

Dengan peresmian program ini pemerintah optimistis angka anak tidak sekolah dapat ditekan secara signifikan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas dapat menjangkau siapa saja, di mana saja, tanpa terkendala jarak dan keterbatasan.

Editor : Aditya Novrian
#mendikdasmen #Abdul Muti