JOGJAKARTA – Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., mewakili Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), secara resmi menandatangani kerja sama internasional dengan Liuzhou Polytechnic University, Tiongkok. Kerja sama ini menandai langkah besar dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis teknologi masa depan di Indonesia.
Agenda bertajuk “Agreement Signing on China–Indonesia Artificial Intelligence Vocational Education Cooperation” ini diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta, pada Senin (27/4).
Penandatanganan ini mencakup beberapa aspek strategis untuk mendorong transformasi pendidikan. Meliputi, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, riset terapan, hingga peningkatan kompetensi SDM melalui mobilitas akademik. Berikut ini poin utamanya:
Pengembangan Kurikulum: Penyelarasan materi ajar dengan standar industri AI global.
Riset Terapan: Kolaborasi penelitian yang berfokus pada solusi teknologi praktis.
Peningkatan Kompetensi SDM: Pelatihan dan sertifikasi bagi dosen maupun mahasiswa.
Mobilitas Akademik: Peluang pertukaran pelajar dan pengajar antar kedua negara.
Partisipasi aktif Fakultas Vokasi UB melalui FPTVI menegaskan komitmen institusi dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. “Partisipasi Fakultas Vokasi UB melalui FPTVI merupakan penegasan komitmen kami dalam memperluas jejaring internasional. Kami ingin memastikan pendidikan vokasi di Indonesia tetap adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi global, khususnya AI,” ujar M. Kholid Mawardi.
Dengan sinergi ini, Fakultas Vokasi UB terus memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap pergeseran industri, memastikan bahwa setiap lulusannya siap menghadapi tantangan di era kecerdasan artifisial. Keikutsertaan Universitas Brawijaya dalam kolaborasi ini juga memperkuat posisi Fakultas Vokasi dalam diplomasi akademik internasional. Serta diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu meningkatkan daya saing lulusan vokasi Indonesia di pasar kerja global.
Editor : A. Nugroho