MALANG, RADAR MALANG - Menguasai dua bahasa atau lebih bukan sekadar kemampuan komunikasi. Penelitian membuktikan bahwa bilingualisme memberi keuntungan nyata, mulai dari cara bekerja otak hingga peluang karier yang lebih luas.
Saat ini, sekitar 43% populasi dunia berbicara dua bahasa secara fasih, dan 17% lainnya menguasai tiga bahasa atau lebih. Angka ini terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan global akan tenaga kerja multibahasa.
Baca Juga: Berpikir Kritis: Keterampilan yang Tidak Bisa Digantikan AI
Penelitian terbaru dari University of Miami (2025) menunjukkan bahwa orang yang menguasai multibahasa memiliki fungsi eksekutif yang lebih kuat dan kemampuan lebih baik dalam memahami sudut pandang orang lain.
Individu multibahasa juga terbukti lebih efektif dalam multitasking, karena otak mereka terbiasa mengelola lebih dari satu sistem bahasa secara bersamaan.
Selain itu, sebuah studi UCLA menemukan bahwa penutur dua bahasa dapat menunda gejala demensia rata-rata empat tahun lebih lama dibanding penutur satu bahasa.
Baca Juga: Terinspirasi Aksi Warga, Dishub Kota Malang Ikut Bersihkan Sejumlah Halte
Kemampuan berbahasa asing juga berdampak pada prospek karier. 9 dari 10 perusahaan bergantung pada karyawan bilingual dan 56% memerkirakan kebutuhan tersebut akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan.
Karyawan bilingual rata-rata mendapat gaji 5–20% lebih tinggi dibanding rekan yang hanya menguasai satu bahasa. Di California, lowongan kerja yang mensyaratkan kemampuan bilingual hampir meningkat empat kali lipat antara 2010 dan 2023.
Kini, belajar bahasa tidak lagi membutuhkan biaya besar. Aplikasi belajar bahasa mencatat pertumbuhan 34% dari tahun ke tahun di 2024 dengan fitur pengenalan suara berbasis AI dan platform pertukaran bahasa dengan penutur asli dari seluruh dunia.
Baca Juga: Dorong Akses Investasi Emas Melalui Flexi Gold, Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas
Bilingualism adalah investasi jangka panjang yang hasilnya terasa di banyak aspek kehidupan, mulai dari kognitif, sosial, dan profesional. Semakin dini pelajar memulainya, semakin besar keunggulan yang mereka bangun.
Editor : Aditya Novrian