MALANG, RADAR MALANG - Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Di samping itu, perlu diperhatikan bahwa penggunaan media sosial membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan prestasi akademik mereka.
Penggunaan Media Sosial Remaja
Menurut Pew Research Center, rata-rata remaja menghabiskan sekitar tiga jam sehari di media sosial. Media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp, menjadi sarana utama berkomunikasi dan berbagi informasi.
Di samping itu, media sosial juga dapat mendukung proses belajar siswa melalui akses materi edukasi dan diskusi kelompok.
Baca Juga: Nadin Amizah hingga Tulus Sapa Penggemar di Rampal Malang
Dampak Positif dan Negatif
Media sosial membantu remaja membangun jaringan sosial dan mendapatkan dukungan emosional. Namun, American Psychological Association mencatat bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan perhatian dan stres.
Konten negatif seperti cyberbullying juga berpotensi memengaruhi perilaku dan kesehatan mental remaja.
Pengaruh pada Prestasi Akademik
Penelitian dalam Journal of Adolescent Health menunjukkan hubungan antara lama penggunaan media sosial dan penurunan nilai akademik.
Media sosial yang digunakan tanpa pengaturan waktu dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi waktu belajar efektif. Kebiasaan multitasking selama belajar turut menurunkan kualitas pemahaman materi.
Solusi dan Rekomendasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong literasi digital untuk membekali remaja mengelola penggunaan media sosial dengan bijak.
Orang tua dan guru berperan penting dalam membimbing dan mengawasi agar media sosial menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat, prestasi belajar.
Media sosial menawarkan banyak manfaat bagi remaja jika digunakan secara seimbang. Mengelola waktu dan konten yang diakses akan membantu menjaga perilaku positif dan prestasi akademik tetap optimal. Kesadaran dan peran aktif semua pihak menjadi kunci menjaga keseimbangan tersebut.
Editor : Aditya Novrian