Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambahan Papan Interaktif Digital Belum Ada Kejelasan

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:15 WIB
Illustrasi Interaksi Digital
Illustrasi Interaktif Digital

KABUPATEN, RADAR MALANG – Program bantuan papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah didistribusikan ke ribuan sekolah di Kabupaten Malang. Namun, rencana penambahan perangkat pada tahun ini belum memilikikejelasan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, sebanyak 2.152 satuan pendidikan telah menerima IFP. Padahal, total pengajuan dari sekolah mencapai lebih dari 2.500 unit.

Perinciannya, bantuan tersebut tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari 524 lembaga Kelompok Bermain (KB), 558 taman kanak-kanak (TK), hingga 238 sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu, terdapat 33 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), satu sanggar kegiatan belajar (SKB), 15 satuan PAUD sejenis (SPS), serta enam taman pendidikan Al-Quran (TPA) yang juga menerima perangkat tersebut.

Meski distribusi tahap awal telah rampung, rencana penambahan IFP pada tahun ini masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. Sub Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Anwar Eka menyebut, hingga kini belum ada surat edaran lanjutan terkait program tersebut.

Baca Juga: Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan Gotong Royong Kunci Percepat Transformasi Pendidikan Nasional

“Kami sudah mendengar rencana penambahan, tetapi masih menunggu edaran resmi dari kementerian,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan IFP di sekolah masih cukup tinggi. Idealnya, setiap satuan pendidikan memiliki dua hingga tiga unit agar pemanfaatannya bisa lebih optimal dalam kegiatan belajar mengajar.

Saat ini, sebagian besar sekolah baru menerima satu unit IFP. Penggunaan perangkat tersebut diserahkan kepada masing-masing sekolah, menyesuaikan kebutuhan pembelajaran

“Kalau ada tambahan tentu akan lebih baik, karena saat ini tiap sekolah rata-rata hanya memiliki satu unit,” imbuh Anwar.

Dinas Pendidikan juga terus memantau distribusi bantuan agar merata. Pengadaan IFP sendiri dilakukan berdasarkan kesiapan sekolah yang diinput melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Baca Juga: QRIS Resmi Merambah Jepang dan Tiongkok, Digitalisasi Rupiah Tembus Pasar Global

Di sisi lain, pemanfaatan papan interaktif dinilai mampu mendukung proses pembelajaran. Perangkat ini memungkinkan penyajian materi secara visual dan audio, sehingga membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih baik. “Dengan IFP, materi bisa ditampilkan dari berbagai sumber, seperti video, gambar, hingga internet dengan kualitas yang baik,” jelas Anwar.

Meski demikian, efektivitas penggunaan IFP tetap bergantung pada ketersediaan perangkat dan pengelolaan di masing-masing sekolah. Dengan jumlah yang masih terbatas, pemanfaatannya belum bisa menjangkau seluruh kelas secara optimal.

Dinas Pendidikan berharap ke depan ada tambahan bantuan agar penggunaan teknologi pembelajaran tersebut dapat lebih merata dan mendukung peningkatan kualitas Pendidikan di daerah. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#PKMB #IFP #kemendikdasmen #dapodik