Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persiapan SPMB 2026, Nilai TKA Bakal Tentukan Nasib 1.472 Pelajar SD di Kota Malang

Nabila Amelia • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:07 WIB
JELANG SPMB: Siswa-siswi SDN Kebonsari 1 Malang fokus mengerjakan soal ujian, beberapa waktu lalu. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)
JELANG SPMB: Siswa-siswi SDN Kebonsari 1 Malang fokus mengerjakan soal ujian, beberapa waktu lalu. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) punya bobot tinggi di jalur prestasi akademik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 ini. Nilai TKA punya bobot penilaian 75 persen. Sementara nilai rapor bobotnya 25 persen. 

Dari data yang diakomodasi Jawa Pos Radar Malang, total kuota untuk jalur prestasi akademik SMP negeri berjumlah 1.472 kursi. Itu tersebar di 30 SMP negeri di Kota Malang. Untuk diketahui, penggunaan nilai TKA untuk jalur prestasi akademik jenjang SMP memang baru berlaku tahun ini. 

Sebelumnya, persyaratan jalur prestasi akademik menggunakan nilai rapor dan hasil nilai uji kompetensi dasar (UKD). TKA untuk pelajar SD sendiri sudah digelar pada bulan April lalu. Total ada 11.231 pelajar SD yang mengikutinya. Tidak semua pelajar SD mengikutinya. 

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim menjelaskan, ada beberapa kondisi yang membuat pelajar tidak bisa mengikuti TKA.

Seperti sakit hingga murid yang termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada juga yang sengaja tidak mengikutinya karena sudah pasti diterima di sekolah tujuan. 

”Pelaksanaan TKA juga masih ada tahapan susulannya. Namun itu untuk para murid yang pengerjaan soalnya belum mencapai 80 persen,” jelas Adhim. Sekolah bisa mengajukan tahapan susulan sampai hari ini (6/5). Sementara hasil ujian TKA baru bisa diketahui pada 24 Mei mendatang.

”Hasilnya diumumkan langsung oleh Kemendikdasmen RI. Yang bisa menarik data hasil TKA adalah sekolah,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut. Adhim melanjutkan, hasil TKA bakal menjadi penunjang utama untuk mendaftar jalur prestasi akademik. Pendukungnya yakni nilai rapor.  

”Untuk nilai rapor, rata-ratanya harus 85,” tegas Adhim. Nilai rata-rata dihitung dari capaian nilai kelas 4 sampai dengan kelas 6 semester pertama. Saat ini, penghitungan nilai rata-rata masih dilakukan oleh sekolah-sekolah.

Kendati tidak semua bisa mendaftar di jalur prestasi akademik, masih ada jalur-jalur pendaftaran lain yang bisa dicoba. Mulai dari jalur domisili, hingga afirmasi.

Khusus untuk jalur afirmasi, ada kuota untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kepindahan orang tua, hingga jalur prestasi non-akademik.

Setiap jalur memiliki persentase yang berbeda-beda. Yang paling besar masih di jalur domisili. Untuk SD, kuota jalur domisili mencapai 80 persen.

Sementara untuk SMP negeri, jalur itu menyediakan kuota 40 persen. Pelaksanaan SPMB sendiri bakal dimulai awal Juni mendatang. Pelaksanaannya akan selesai secara keseluruhan pada bulan Juli nanti. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#SPMB 2026 #SPMB Kota Malang #SPMB SD Negeri #SPMB SMP Negeri #malang hari ini