MALANG KOTA, RADAR MALANG - Porsi nilai TKA di jalur prestasi akademik SPMB yang mencapai 75 persen dinilai terlalu berlebihan oleh beberapa pihak. Seperti disampaikan Kepala SDN Tulusrejo 4 Purnomo Sigit. Menurut dia, TKA merupakan jenis tes yang baru di kalangan pelajar SD.
Di dalamnya juga hanya ada dua mata pelajaran yang diujikan. Yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. ”Karena baru tahun pertama dan persiapannya cenderung singkat, harusnya tidak sebesar itu porsinya dalam (jalur) prestasi akademik,” ujar Sigit. Apalagi yang diujikan hanya dua mata pelajaran.
Sementara nilai rapor mewakili kemampuan siswa di seluruh pelajaran yang ada di sekolah. Menurut Sigit, seharusnya proporsi nilai rapor masih lebih tinggi. Bisa dibuat skema 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA. Atau bisa seimbang 50 persen TKA dan 50 persen nilai rapor.
Bila dirinci, komposisi nilai rapor merupakan gabungan rata-rata nilai pelajar sejak kelas 4. Dengan ketentuan nilai paling rendah yakni 85. ”Melihat dari komponen itu, jelas nilai rapor lebih menggambarkan perjalanan akademik siswa,” lanjut Sigit.
Namun, dia menyadari bahwa nilai TKA memang dibutuhkan untuk pendamping rapor. Sebab nilai rapor rawan dimanipulasi oleh oknum. Akan tetapi, sebagai pendamping, setidaknya porsinya sepadan atau lebih unggul sedikit saja.
Di sisi lain, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Agus Wahyudi menuturkan, penggunaan TKA sebagai bagian aspek nilai akademis sudah sesuai.
Sebelum ada TKA, SPMB SMP menggunakan nilai Ujian Kemampuan Daerah (UKD). ”Sistemnya hampir sama tapi standar tiap daerah berbeda,” ujar dia.
Untuk itu, nilai TKA dihadirkan sebagai pendamping rapor tahun ini. Standarnya yang sudah nasional menjadikan tiap sekolah punya pedoman pasti standar nilai akademik siswa. Dengan begitu pengukuran kemampuan siswa lebih mudah.
Apalagi jalur prestasi akademik hanya mengambil 20 persen dari keseluruhan pendaftaran. Seperti di sekolahnya, yang tahun ini memiliki pagu 288 siswa. Artinya, hanya sekitar 57 siswa saja yang perlu dipertimbangkan nilai TKA-nya.
Dia belum bisa menganalisis bagaimana potensi TKA saat menjadi pendamping rapor. Sebab, nilai TKA untuk jenjang SD dan SMP saat ini belum keluar. Namun melihat hasil tryout dan tambahan belajar siswa, Agus yakin bahwa nilai TKA bulan masalah bagi siswa berprestasi. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra