NUSA TENGGARA TIMUR, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi melanjutkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Nusa Tenggara Timur setelah peletakan batu pertama oleh Mendikdasmen Mu’ti di TK Kristen Kota Kupang, pada Senin (4/5).
NTT Jadi Prioritas Revitalisasi
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Provinsi NTT masuk dalam skala prioritas karena memiliki banyak sekolah yang berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai program Wajib Belajar 13 Tahun.
"Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah 3T” ujar Mendikdasmen.
Baca Juga: Wamen Fajar Resmikan Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng, 44 SMA, 14 SMK, dan 14 SKH
Fasilitas yang Dibangun dalam Revitalisasi
TK Kristen Kota Kupang merupakan satu dari 809 satuan pendidikan penerima revitalisasi di NTT. Secara spesifik, revitalisasi di TK ini meliputi pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, serta pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) dengan total nilai lebih dari Rp860 juta.
Menurut Menteri Mu’ti, proses pembangunan revitalisasi di TK Kristen Kota Kupang direncanakan berlangsung selama empat bulan. Dengan demikian, pada bulan Agustus 2026 mendatang, seluruh guru dan murid TK tersebut sudah dapat menggunakan fasilitas gedung yang baru.
Total Anggaran Revitalisasi di NTT pada Tahun 2026
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk program revitalisasi di Provinsi NTT pada tahun 2026. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 809 satuan pendidikan.
Baca Juga: Wamendikdasmen: Transformasi Pendidikan Harus Fokus pada Literasi, Numerasi, dan Kemampuan Berpikir
Hingga bulan April 2026, sebanyak 9 satuan pendidikan telah menyelesaikan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sementara itu, sebanyak 800 sekolah lainnya saat ini masih dalam proses PKS. Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, proses revitalisasi diharapkan segera berjalan.
Editor : Aditya Novrian