Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Daftar Program Studi yang Tidak Dihapus Meski Kurang Relevan dengan Dunia Industri

Marsha Nathaniela • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:20 WIB
Sejumlah prodi diprakirakan tetap bertaham meski tidak relevan dengan delapan industri strategis nasional. (Freepik).
Sejumlah prodi diprakirakan tetap bertaham meski tidak relevan dengan delapan industri strategis nasional. (Freepik).

RADAR MALANG – Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menyatakan untuk berencana untuk menutup berbagai program studi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami akan melakukan pemilahan terhadap sejumlah prodi, bahkan jika perlu prodi yang dinilai tidak relevan untuk kebutuhan industri di masa depan akan ditutup,” ujar Badri dalam Simposum Nasional Kependudukan Tahun 2026, dilansir dari Youtube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Pemerintah akan berfokus pada prodi yang menjadi kebutuhan dunia industri, seperti energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju.

Baca Juga: Dari Sarjana hingga Program Profesi, Ini Daftar 40 Prodi UMM Sudah Kantongi Predikat Unggul

Meski demikian, terdapat sejumlah program studi yang diprakirakan tidak akan dihapus, walaupun kurang linier dengan industri tersebut. Berikut penjelasannya.

1. Bahasa dan Sastra

Melansir dari laman resmi UGM, sastrawan Okky Madasari dalam Bincang Budaya Cultural Festival 15 pada Jumat (1/5), menilai bahwa bahasa dan budaya justru sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Menurutnya, keberhasilan budaya K-Pop yang telah mendunia, membuktikan bahwa produk budaya, termasuk bahasa dan sastra dapat menjadi penggerak ekonomi suatu negara.

Saat ini, popularitas lagu Jawa hingga Timur sedang naik daun sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi di Indonesia.

Program studi, seperti Sastra Jawa yang mempelajari bahasa, sastra, hingga kebudayaan Jawa secara mendalam dapat menjadi pijakan baru dalam ekonomi kreatif yang harus didukung dengan maksimal oleh pemerintah agar dapat dikenal secara luas di berbagai penjuru negara.

Baca Juga: 5 Prodi Akreditasi Unggul Pascasarjana UM 2026: Magister, Doktor, hingga Profesi

2. Teater

Program studi teater termasuk dalam ranah seni pertunjukan yang memiliki potensi besar untuk bekerja di industri perfilman.

Dalam sektor perfilman nasional yang terus tumbuh dengan ditandai meningkatnya jumlah produksi film bioskop maupun sinetron, lulusan prodi ini memiliki posisi yang strategis untuk mengambil peran sebagai aktor maupun aktris.

3. Desain Mode

Desain mode merupakan prodi yang juga bergerak di sektor industri kreatif fahion. Sektor ini juga mengalami pertumbuhan yang pesat, baik dari sisi permintaan pasar maupun kontribusinya terhadap perekonomian negara.

Hal ini karena didukung oleh berbagai faktor, seperti adanya e-commerce yang sering kali menjual pakaian dengan harga yang terjangkau hingga gaya hidup masyarakat yang berkiblat pada sosial media, ini memengaruhi mereka untuk tampil secara menarik.

Baca Juga: Unisma Tanggapi Isu Penutupan Prodi Tak Relevan, Rektor Prof Junaidi Tegaskan Pendidikan Bukan Sekadar Cetak Tenaga Industri

4. Arkeologi

Program studi arkeologi berperan penting untuk menjaga identitas dan sejarah bangsa. Selain itu, ilmu ini mepelajari situs peninggalan bersejarah, seperti candi yang merupakan warisan budaya dari para pendahulu.

Indonesia memiliki banyak peninggalan dan budaya yang sering dilirik oleh turis dari berbagai negara. Di sinilah peran lulusan arkeologi yang telah merawat dan meneliti berbagai macam benda peninggalan sejarah sehingga dapat menjelaskannya kepada wisatawan dengan informasi yang menarik dan akurat.

Dengan demikian, meski pemerintah berencana menutup program studi yang tidak relevan dengan delapan industri strategis, sejumlah prodi seperti bahasa dan sastra, teater, desain mode, dan arkeologi diprakirakan tetap bertahan. Hal ini karena keempat prodi tersebut dinilai memiliki potensi dalam sektor ekonomi kreatif hingga pariwisata budaya.

Baca Juga: Intip 12 Daftar Program Studi Berpredikat Unggul di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Tahun 2026

Editor : Aditya Novrian
#prodi yang tidak dihapus #industri strategis #prodi yang relevan dengan industri #Program Studi