Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

FIA UB Dorong Mahasiswa Ciptakan Usaha yang Berdampak

A. Nugroho • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:41 WIB
BERDAMPAK: Moderator Zaki Alif Ramadhani dan Andri Setyowato CEO Nichoa Chocolate Indonesia
BERDAMPAK: Moderator Zaki Alif Ramadhani dan Andri Setyowato CEO Nichoa Chocolate Indonesia

MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) melanjutkan rangkaian FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp 2026 – Innovation and Impact dengan membahas praktik produksi yang bertanggung jawab dan kewirausahaan berkelanjutan. 

Pada pelaksanaan hari keempat yang digelar secara daring, peserta baik nasional dan internasional diajak memahami bahwa bisnis masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan. 

Narasumber utama, Andri Setyowati, CEO Nichoa Chocolate Indonesia, yang mengangkat tema “Responsible Production Practices in Small Business Operations” mengajak melihat bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari aspek operasional yang paling mendasar, seperti efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, dan pemilihan bahan baku
sebagai narasumber dalam dua sesi utama.

Dipandu oleh Hanifa Maulani Ramadhan, diskusi berlanjut dengan membahas tentang praktik produksi yang bertanggung jawab diposisikan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat daya saing usaha. Perspektif ini dinilai penting terutama bagi usaha kecil dan menengah yang menghadapi tantangan pasar semakin kompetitif sekaligus tuntutan konsumen yang makin sadar terhadap isu keberlanjutan. 
Topik kedua yang dibahas di hari yang sama mengangkat tema tentnag “Sustainable Entrepreneurship: Creating Businesses that Generate Economic and Environmental Value” dengan moderator Zaki Alif Ramadhani. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kewirausahaan masa kini tidak lagi cukup hanya mengejar pertumbuhan finansial. Wirausahawan juga dituntut mampu merancang model bisnis yang adaptif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. 
Melalui dua sesi tersebut, FUSION 2026 menegaskan hubungan erat antara praktik operasional dan visi strategis dalam membangun usaha berkelanjutan.

Produksi yang bertanggung jawab menjadi fondasi bisnis di tingkat operasional, sementara kewirausahaan berkelanjutan menjadi arah pengembangan usaha dalam jangka panjang. Bagi mahasiswa, pembelajaran ini menjadi bekal penting untuk memahami bahwa dunia kerja dan dunia usaha ke depan menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. 
Di tengah pergeseran arah bisnis global, program FUSION 2026 hadir sebagai jembatan penting yang menyelaraskan dunia akademik dengan aksi nyata penyelamatan bumi. Melalui sinergi kuat antara SDG 12 (Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), kegiatan ini membuktikan bahwa profitabilitas bisnis justru akan semakin kokoh jika dibangun di atas fondasi kelestarian lingkungan. Dengan dukungan inovasi industri (SDG 9) dan komitmen iklim (SDG 13), para mahasiswa kini dibekali pendidikan berkualitas (SDG 4) untuk menjadi motor penggerak ekonomi hijau di masa depan. Langkah progresif ini menegaskan bahwa menjadi wirausahawan masa kini bukan lagi sekadar tentang mencetak angka keuntungan, melainkan tentang meninggalkan warisan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia.


#FUSION2026
#FIAUB
#UniversitasBrawijaya
#BisnisBerkelanjutan
#SDGs
#SustainableEntrepreneurship
#ResponsibleProduction

Editor : A. Nugroho
#SDG 4 #FUSION 2026 #fia ub #SDG