SURABAYA, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) mempercepat penerapan kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Percepatan ini dilakukan dengan menggelar pendampingan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur pada Selasa (5/5). Sebanyak 117 peserta turut hadir dalam acara tersebut.
Merespons Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons berbagai masalah yang semakin kompleks. Masalah-masalah tersebut meliputi perundungan, kekerasan di lingkungan sekolah, serta tantangan keamanan digital yang terus berkembang.
Melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, pemerintah juga mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman.
Peserta Hadir dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur
Sebanyak 117 peserta mengikuti kegiatan pendampingan ini. Mereka berasal dari unsur Sekretaris Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Pendidikan dari 38 kabupaten/kota dan pemerintah provinsi di Jawa Timur.
Partisipasi yang tinggi ini mencerminkan komitmen daerah dalam mempercepat implementasi BSAN secara terstruktur. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan untuk menjalankan kebijakan ini di wilayah masing-masing.
Jawa Timur Menjadi Provinsi Prioritas
Baca Juga: Tinjau Sekolah di Magelang, Mendikdasmen Ingatkan: Meski Pakai Teknologi, Siswa Jangan Lupa Menulis
Jawa Timur dipilih sebagai provinsi prioritas dalam program ini karena cakupan wilayahnya yang luas serta jumlah sekolahnya yang sangat besar. Keberhasilan implementasi BSAN di Jawa Timur diharapkan dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Melalui upaya ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh anak Indonesia.
Editor : Aditya Novrian