Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sistem Pendidikan Skandinavia Berhasil, tapi Mengapa Sulit Diterapkan di Negara Berkembang?

Salshabila Abidah Ardelia • Sabtu, 9 Mei 2026 | 22:06 WIB
Mungkinkah sistem tanpa peringkat dan sekolah gratis total diterapkan di negara dengan skala penduduk besar? (Foto: Pexels)
Mungkinkah sistem tanpa peringkat dan sekolah gratis total diterapkan di negara dengan skala penduduk besar? (Foto: Pexels)

MALANG, RADAR MALANG - Negara-negara Skandinavia (Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia) konsisten menempati peringkat teratas dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Namun, model pendidikan yang terbukti berhasil itu justru sangat sulit diadopsi negara berkembang karena fondasinya yang kompleks.

Hambatan Finansial dan Upaya Memertahankan Tradisi Lokal

Negara-negara Skandinavia membangun sistem pendidikan di atas prinsip kesetaraan. Jenjang pendidikan sekolah formal disediakan tanpa dipungut biaya sepeser pun dan tanpa sistem ranking antarsiswa.

Baca Juga: Bahan Bakar Prestasi: Hubungan Erat Kebiasaan Sarapan dan Performa Akademik

Sistem Skandinavia bertumpu pada pajak tinggi yang diterima masyarakat dengan kepercayaan penuh kepada pemerintah. Di negara berkembang, dua hambatan muncul pada aspek basis pajak yang kecil dan tingkat kepercayaan publik yang rendah terhadap institusi negara.

Selain itu, di banyak negara berkembang, nilai akademik dan peringkat kelas masih menjadi penanda status sosial yang kuat. Sistem tanpa ranking ala Skandinavia kerap ditolak secara kultural sebelum sempat diuji.

Tantangan Logistik dan Fondasi Sistem yang Belum Matang

Faktor skala juga merupakan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Finlandia hanya berpenduduk sekitar 5,5 juta jiwa yang memungkinkan distribusi sumber daya yang merata dan pemantauan kualitas yang ketat.

Negara seperti Indonesia, dengan 280 juta penduduk yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, menghadapi tantangan logistik yang tidak sebanding.

Baca Juga: Media Sosial: Pengaruhnya pada Perilaku dan Prestasi Akademik Siswa

Selain itu, negara-negara berkembang sering mengadopsi sistem pendidikan Skandinavia tanpa membangun fondasinya, seperti kesejahteraan guru, otonomi sekolah, dan kepercayaan pada proses jangka panjang.

Sistem pendidikan Skandinavia merupakan produk dari kontrak sosial yang panjang antara negara dan warganya.

Editor : Aditya Novrian
#Skandinavia #negara berkembang #Sistem Pendidikan #pendidikan