Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dana Seragam Gratis untuk Siswa Kota Malang Susut Rp 4,5 Miliar

Andika Satria Perdana • Senin, 11 Mei 2026 | 13:04 WIB

 

Ilustrasi pegawai toko menata seragam sekolah dasar di Kota Malang.
Ilustrasi pegawai toko menata seragam sekolah dasar di Kota Malang.

 

MALANG KOTA – Alokasi anggaran seragam gratis menurun drastis. Tahun lalu dijatah Rp 6 miliar, tahun ini menjadi Rp 1,5 miliar. Dengan demikian, terjadi penyusutan sekitar Rp 4,5 miliar dibanding sebelumnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan faktor penyebab berkurangnya anggaran untuk seragam gratis. Dia mengatakan, pada 2026 terjadi pengalihan anggaran besar-besaran. Program seragam gratis menjadi salah satu yang terdampak.

"Kami mengalami efisiensi. Sehingga (seragam gratis, red) dialihkan ke prioritas nasional," ujar Wahyu kemarin.

Meskipun mengalami pemangkasan anggaran, Wahyu memastikan bahwa program seragam gratis tetap dijalankan. Pemkot hanya melakukan penyesuaian jumlah penerima dana anggaran tersedia.

“Program tetap ada, tapi difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu," tandas mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Dia menjelaskan, pengalihan anggaran tersebut akan diarahkan ke sejumlah program prioritas lain. Fokusnya pada program yang dinilai lebih mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat.

"Pemerintah daerah mendukung secara penuh program prioritas nasional," imbuh alumnus Institute Teknologi Nasional (ITN) itu.

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Saniman Wafi menyayangkan kuota seragam gratis yang tahun ini mengalami penurunan. Dia mengaku pihaknya juga mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait program tersebut.

Dalam pembagian seragam gratis, dia melanjutkan, yang diterima siswa bukan seragam siap pakai namun dalam bentuk kain. Menurut Saniman kurang tepat. Sebab, biaya menjahit yang mahal menjadi keluhan wali murid.

"Banyak murid mengeluhkan biaya jahit seragam ternyata lebih mahal,” ungkapnya.

Saniman menegaskan, realisasi program tersebut tidak sesuai dengan janji politik wali kota. Yakni berjanji memberikan seragam gratis, bukan kain gratis.

"Seharusnya dalam bentuk jadi. Sehingga wali murid tidak terbebani biaya lainnya," tegasnya.

Sementara menurut penjelasan Pemkot Malang, diputuskan hanya memberikan kain agar lebih fleksibel. Jika seragam jadi, dikhawatirkan tidak sesuai ukuran tubuh murid, misalnya kebesaran atau terlalu kecil. Sebaliknya dengan pemberian kain, wali murid bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh anaknya.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
#seragam gratis #malang hari ini #Pendidikan Malang