Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Ilusi Produktivitas, Inilah Kebiasaan yang Merusak Efektivitas Belajar

Salshabila Abidah Ardelia • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB
Membaca ulang catatan buku berkali-kali menciptakan ilusi kompetensi. (Foto: Pexels)
Membaca ulang catatan buku berkali-kali menciptakan ilusi kompetensi. (Foto: Pexels)

MALANG, RADAR MALANG - Banyak mahasiswa terjebak dalam rutinitas belajar berjam-jam tetapi gagal menyerap materi secara optimal akibat kebiasaan kecil yang merugikan. Memahami hambatan kognitif ini menjadi krusial agar waktu studi tidak terbuang sia-sia dan hasil akademik meningkat secara signifikan.

Bahaya Membaca Ulang dan Menyalin

Kebiasaan membaca ulang catatan sering kali menciptakan ilusi kompetensi pada pelajar. Otak merasa telah menguasai materi karena teks terlihat familiar, padahal informasi tersebut hanya singgah di memori jangka pendek.

Baca Juga: Gamifikasi dalam Kelas: Efektivitas dan Dampaknya bagi Motivasi Belajar

Menyalin teks secara bulat-bulat dari buku ke catatan juga dinilai tidak efektif. Aktivitas tersebut membuat otak bekerja dalam mode autopilot tanpa melakukan analisis kritis, sehingga otot tangan lebih banyak bekerja daripada sel saraf otak.

Gangguan Fokus dan Kurang Tidur

Belajar dengan membuka media sosial menjadi hambatan besar dalam mencapai konsentrasi mendalam. Otak manusia memerlukan waktu transisi sekitar 20 menit untuk kembali fokus sepenuhnya setelah terdistraksi oleh satu notifikasi ponsel.

Selain itu, kualitas tidur juga memegang peranan vital dalam proses memerkuat daya ingat jangka panjang. Melewatkan waktu istirahat demi mengejar materi justru menghambat kemampuan otak untuk menyortir dan menyimpan informasi yang telah dipelajari seharian.

Optimasi dengan Metode Aktif

Untuk meningkatkan efektivitas, pelajar disarankan beralih ke metode yang lebih menantang otak seperti active recall. Teknik ini memaksa otak untuk memanggil kembali informasi tanpa melihat catatan yang terbukti memerkuat koneksi saraf.

Baca Juga: Teknologi dalam Pendidikan: Dampaknya pada Hasil Belajar Siswa

Belajar dengan memberikan jeda juga sangat dianjurkan dibandingkan belajar dalam satu waktu yang lama. Pemberian jeda istirahat secara rutin dapat mencegah penurunan fungsi kognitif akibat kelelahan mental yang berlebihan.

Mengganti kebiasaan pasif dengan strategi belajar berbasis sains akan membuat proses studi menjadi lebih ringkas dan tajam. Fokus pada kualitas interaksi dengan materi jauh lebih berdampak daripada sekadar durasi duduk di meja belajar.

Editor : Aditya Novrian
#Akademik #produktivitas #belajar