JAKARTA, RADAR MALANG - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen menyelenggarakan Lokakarya Membaca Nyaring. Acara berlangsung pada Rabu (13/5) di Jakarta.
Baca Juga: Kemendikdasmen, Kemendagri, dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
Sebuah kegiatan sederhana seperti membacakan buku dengan suara nyaring kepada anak ternyata menyimpan beragam manfaat. Kegiatan ini mampu melatih daya simak anak, memperbanyak perbendaharaan kata, serta menanamkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.
Penggunaan Gawai Anak Indonesia Tertinggi di Dunia
Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu'ti, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan lokakarya ini. Ia menyoroti bahwa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama.
“Kita seperti menjadi korban teknologi. Penggunaan gawai sudah luar biasa, bahkan bisa mencapai 6-7 jam per hari dan termasuk tertinggi di dunia. Karena itu sangat relevan ketika hari ini kita membangun budaya senang membaca, terutama kepada anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.
Baca Juga: 74 Persen Pemda Telah Rampungkan Juknis SPMB 2026/2027, Kemendikdasmen Imbau Sinergi Semua Pihak
Budaya Membaca Tidak Tumbuh Sendiri
Menurut Masmidah, budaya membaca tidak akan muncul dengan sendirinya. Anak-anak perlu didampingi, diberi bimbingan, serta menciptakan suasana yang menyenangkan agar mau untuk membaca.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran sekolah dalam menumbubhkan budaya literasi, memberikan pemahaman kepada guru serta coordinator kelas, dan menumbuhkan kesadaran bahwa literasi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan pendidikan, bukan hanya guru.
130 Peserta dari 31 Sekolah Ikut Lokakarya
Lokakarya ini diikuti oleh 130 orang peserta. Mereka berasal dari 31 sekolah jenjang TK dan SD yang ada di Jakarta.
Para peserta terdiri dari tiga kategori, yaitu guru, koordinator kelas, serta perwakilan orang tua murid. Dengan komposisi peserta yang beragam, diharapkan kolaborasi antara sekolah dan rumah dapat terjalin dengan baik.
Editor : Aditya Novrian