MALANG, RADAR MALANG - Fenomena merekam materi pembelajaran mulai banyak dilakukan pelajar dan mahasiswa di era digital. Kebiasaan ini muncul sebagai cara alternatif untuk menyimpan penjelasan guru maupun dosen agar dapat dipelajari ulang di luar kelas.
Perubahan Pola Belajar Mahasiswa
Sejumlah mahasiswa kini lebih memilih merekam materi dibanding menulis catatan secara lengkap. Rekaman biasanya diputar ulang saat belajar mandiri, mengerjakan tugas, maupun persiapan ujian.
Baca Juga: Pendaftar KIP Kuliah di Tiga Kampus Negeri di Kota Malang Menurun
Penelitian dari Lund University menunjukkan lecture recording memengaruhi pola belajar mahasiswa, termasuk cara mereka mencatat dan mengulang materi pembelajaran. Sebagian mahasiswa menjadi lebih bergantung pada rekaman digital selama proses belajar.
Ketergantungan pada rekaman juga menciptakan risiko lain. Saat perangkat bermasalah atau file rusak, mahasiswa yang tak terbiasa mencatat tidak memiliki pegangan apapun.
Rekaman Membantu, Catatan Tetap Penting
Meski dinilai praktis, riset kognitif dari Princeton University menemukan bahwa mahasiswa yang mencatat dengan tangan memiliki pemahaman konseptual lebih baik dibanding yang mengetik. Merekam memangkas proses itu, sehingga mahasiswa hanya menjadi penonton atau pendengar pasif.
Studi dalam jurnal The Internet and Higher Education menemukan mahasiswa yang tetap mencatat saat belajar dari video kuliah memiliki keterlibatan belajar lebih baik dibanding mahasiswa yang hanya mendengarkan materi.
Kuncinya ada pada proses memparafrase. Saat menulis, otak dipaksa memilih informasi yang penting dan mengungkapkannya kembali dengan kata sendiri. Dari situlah pemahaman sesungguhnya terbentuk.
Baca Juga: Lawan Prokrastinasi, Ini Strategi Efektif Tingkatkan Fokus Belajar Mahasiswa
Tantangan Pembelajaran Digital
Fenomena merekam materi dinilai menjadi bagian dari perubahan kebiasaan belajar generasi digital yang semakin dekat dengan teknologi. Selain membantu mengulang pembelajaran, rekaman juga memudahkan mahasiswa mempelajari materi sesuai tempo masing-masing.
Namun, penggunaan rekaman perlu diimbangi keterlibatan aktif selama pembelajaran berlangsung agar mahasiswa tetap fokus, memahami materi secara mendalam, dan tidak sepenuhnya bergantung pada penyimpanan digital saat mengikuti proses belajar di kelas.
Editor : Aditya Novrian