NGANJUK, RADAR MALANG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berkunjung ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dalam rangka meresmikan selesainya program revitalisasi di SMP Negeri 4 Nganjuk.
Di hadapan para undangan, Menteri Mu'ti menyampaikan bahwa program revitalisasi ini merupakan wujud nyata dari visi dan arahan Presiden.
"Revitalisasi merupakan program hasil terbaik cepat atau Quick Win Bapak Presiden untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun sumber daya manusia sebagai pelaksanaan Asta Cita yang keempat," tegasnya.
Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen ternyata sudah menggelontorkan dana tidak sedikit untuk Kabupaten Nganjuk. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp51,7 miliar.
Baca Juga: Anggaran Revitalisasi 2026 Capai Rp14 Triliun, Target 11.744 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia
Dana sebesar itu digunakan untuk merevitalisasi 66 satuan pendidikan. Untuk PAUD, ada 9 sekolah yang terdampak revitalisasi. Untuk SD, jumlahnya paling banyak, yaitu 36 sekolah. Jenjang SMP mendapat porsi 10 sekolah. SMA dan SMK masing-masing 4 dan 5 sekolah. Salah satu sekolah luar biasa (SLB) juga ikut masuk dalam daftar penerima.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengaku program revitalisasi yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk telah membawa perubahan yang luar biasa.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri, bahwa program revitalisasi sekolah di tahun 2025 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Nganjuk telah memberikan dampak yang sangat luar biasa," ungkapnya.
Dengan adanya revitalisasi, diharapkan kualitas pembelajaran di Nganjuk terus merangkak naik. Para guru pun diharapkan semakin bersemangat dalam menjalankan tugas mulia mereka.
Editor : Aditya Novrian