Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3.600 Lulusan SMK dan LKP Diberangkatkan ke Luar Negeri, Momentum Bangkitnya SDM Indonesia

Xeon Rhao Loudra Widadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB
PERKUAT PENDIDIKAN VOKASI: Kemendikdasmen resmi meluncurkan program 3+1 dan pemberangkatan para siswa ke luar negeri. (Dok. Kemendikdasmen)
PERKUAT PENDIDIKAN VOKASI: Kemendikdasmen resmi meluncurkan program 3+1 dan pemberangkatan para siswa ke luar negeri. (Dok. Kemendikdasmen)

SURABAYA, RADAR MALANG - Pemerintah memanfaatkan momen Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 sebagai langkat strategis untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Seremonial pelepasan berlangsung di Islamic Center Surabaya pada Rabu (20/5). Acara ini digelar secara hybrid, luring dan daring.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Program Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD, Targetkan 90.447 Guru Tuntas pada 2029

Melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. SMK) dan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Dit. Suslat), pemerintah melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Capaian Berkelanjutan dari Tahun Sebelumnya

Keberhasilan pemberangkatan 3.600 lulusan kali ini merupakan kelanjutan dari capaian sebelumnya. Pada pertengahan tahun 2025, pemerintah telah mengirimkan 1.500 alumni SMK ke luar negeri.

Mereka dinyatakan lolos seleksi kerja internasional yang ketat dan akan menuju Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Hal ini membuktikan bahwa sistem pendidikan vokasi di tanah air berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Capaian Modernisasi Sekolah Jatim Meningkat Signifikan, 39 Ribu Panel Layar Digital Terdistribusi, Program Digitalisasi Capai 100 Persen

Program Kelas 3+1: Inovasi Pendidikan Vokasi

Kemendikdasmen juga meluncurkan program inovatif bernama Kelas Kebekerjaan Luar Negeri, atau disingkat program 3+1. Program ini ditujukan khusus untuk jenjang SMK.

Para siswa mendapatkan tambahan satu tahun pembelajaran setelah menyelesaikan pendidikan tiga tahun reguler. Tambahan waktu ini akan digunakan untuk memperkuat berbagai aspek penting. Mulai dari kompetensi teknis hingga kemampuan bahasa asing.

Pesan Gubernur Khofifah: Jaga Nama Baik Indonesia

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menyebut para lulusan yang akan bekerja di luar negeri sebagai pahlawan devisa negara.

Baca Juga: Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan Gotong Royong Kunci Percepat Transformasi Pendidikan Nasional

“Jaga kesehatan, jaga nama baik Indonesia, dan teruslah bercita-cita setinggi langit, karena kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang dan kalian adalah bintang-bintang itu,” ujar Khofifah.

Editor : Aditya Novrian
#kemendikdasmen #SMK #jawa timur