Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang: Sejak 2019 Kami Sudah Kirim Lulusan ke Jepang

Xeon Rhao Loudra Widadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:13 WIB
DUKUNG PENDIDIKAN VOKASI: Program 3+1 pastikan lulusan SMK perkuat kompetensi mereka di kancah global. (Dok. Kemendikdasmen)
DUKUNG PENDIDIKAN VOKASI: Program 3+1 pastikan lulusan SMK perkuat kompetensi mereka di kancah global. (Dok. Kemendikdasmen)

SURABAYA, RADAR MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan meluncurkan sebuah program strategis. Program tersebut bernama Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK atau disingkat program 3+1.

Baca Juga: 3.600 Lulusan SMK dan LKP Diberangkatkan ke Luar Negeri, Momentum Bangkitnya SDM Indonesia

Tujuannya adalah menyiapkan tenaga kerja migran Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pasar global, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK di luar negeri. Peluncuran program ini berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (20/5).

Jembatan Menuju Jenjang Internasional

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sebenarnya sudah mulai dirancang sejak tahun 2025.

“Program ini adalah jembatan kebekerjaan internasional lulusan SMK yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan vokasi, inilah yang akan menjadi wajah masa depan pendidikan vokasi Indonesia,” kata Dirjen Tatang.

Belajar 3 Tahun, Plus 1 Tahun Persiapan Khusus

Apa yang membedakan program 3+1 dengan SMK biasa? Perbedaan utamanya terletak pada masa belajar yang lebih panjang.

Baca Juga: KAN Jabung Go to School di SMK Mutu Gondanglegi Beri Edukasi tentang Susu hingga Literasi Keuangan

Para murid tetap menjalani tiga tahun pertama sesuai kurikulum nasional yang berlaku. Namun, mereka mendapatkan tambahan satu tahun khusus yang difokuskan pada persiapan bekerja di luar negeri.

Selama satu tahun tambahan tersebut, para siswa akan belajar berbagai hal krusial. Mulai dari bahasa asing negara tujuan, budaya kerja di negara tersebut, hingga pemahaman tentang hukum dan perlindungan tenaga migran.

SMKS Muhammadiyah 1 Malang: Sejak 2019 Sudah Kirim Lulusan ke Jepang

Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Jawa Timur, Kusdarmadi, menyambut baik program ini. Untuk menyiapkan kelas tambahan satu tahun ini, pihak sekolah telah bekerja sama dengan sejumlah pihak. Salah satunya adalah TNI untuk menyiapkan fisik para murid.

“Kami juga siapkan kerja sama dengan tim psikologi untuk membantu menguatkan mental pada murid yang ingin bekerja ke luar negeri,” tambah Kusdarmadi.

Baca Juga: Panduan SPMB Jatim 2026: Daftar Jurusan SMK yang Memerlukan Syarat Tinggi Badan

SMKS Muhammadiyah 1 Malang sendiri, menurut Kusdarmadi, sudah sejak 2019 mengirimkan para lulusannya untuk bekerja ke luar negeri. Negara tujuan utamanya adalah Jepang. Bidang pekerjaan yang digeluti sangat beragam, mulai dari pertanian, industri, hingga caregiver.

Saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sedikitnya sudah diterapkan di 49 SMK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Editor : Aditya Novrian
#kemendikdasmen #SMK