EJIES 2026 menyuguhkan enam kategori kompetisi utama, yaitu Transformasi Digital dan Teknologi Pendidikan, Inovasi Pembelajaran dan Kurikulum Abad 21, Penguatan Karakter dan Literasi, Inklusi serta Layanan Peserta Didik, Kewirausahaan dan Vokasi, dan Tata Kelola serta Ekosistem Pendidikan.
Dari 50 nominator unggulan yang berhasil ke fase final, panitia menentukan 25 inovator pendidikan terbaik di Jawa Timur.
Kabupaten Malang juga mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan sejumlah wakil yang berhasil mencapai Top 25 EJIES 2026.
Salah satunya adalah Inta Elok Youarti MPd, Pengawas Cabang Dinas Pendidikan di Kabupaten Malang. Melalui inovasi berjudul "Berani Pulih, Layanan Bantuan Diri untuk Korban Bullying dengan Pendekatan Konseling Realita Berbasis Media", Elok memberikan pemaparan mendalam tentang pendampingan untuk peserta didik.
Termasuk dalam kategori Inklusi dan Layanan Peserta Didik, Elok memang fokus pada pendampingan korban bullying melalui layanan konseling yang bersifat humanis, reflektif, dan mendorong siswa untuk bangkit secara mandiri.
"Penghargaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk semakin memperkuat layanan pendidikan yang mendukung siswa," ujarnya.
Tak hanya Elok, pencapaian juga didapatkan oleh Agus Harianto melalui inovasi LIWIDA, serta Shinta Rahayu Widyasari lewat inovasi SMART-MOL.
Keberhasilan ketiganya merupakan bukti bahwa tenaga pendidik Kabupaten Malang terus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Dalam pidatonya, Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSI menekankan bahwa inovasi harus menjadi bagian dari budaya pendidikan agar sekolah dapat menghasilkan generasi yang unggul, adaptif, dan berbudi pekerti.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai menyatakan bahwa EJIES 2026 bukan hanya tempat untuk berkompetisi. "Tapi juga wadah untuk berbagi praktik terbaik yang bisa diterapkan di berbagai lembaga pendidikan di Jawa Timur," tandasnya. (bes)
Editor : A. Nugroho