Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BKHM Kemendikdasmen Gelar Forum Komunikasi Publik di Makassar, Bahas Kolaborasi dan Mutu Pendidikan

Xeon Rhao Loudra Widadi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:10 WIB
LIBATKAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN: Kolaborasi antar lapisan membuat pendidikan semakin bermutu. (Dok. Kemendikdasmen)
LIBATKAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN: Kolaborasi antar lapisan membuat pendidikan semakin bermutu. (Dok. Kemendikdasmen)

MAKASSAR, RADAR MALANG - Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan Forum Komunikasi Publik di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan pada Sabtu (23/5).

Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan pendidikan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang: Sejak 2019 Kami Sudah Kirim Lulusan ke Jepang

Komunikasi Publik Kunci Keberhasilan Pendidikan

Kepala Biro Komunikasi dan Humas, Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa komunikasi publik memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan.

“Komunikasi publik itu menjadi sangat-sangat penting tentunya dalam pendidikan karena ini menjadi hal yang penting bagaimana kita bisa menyampaikan informasi itu secara benar dan akurat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kemendikdasmen menggunakan pendekatan SIMI (Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi) dalam menjalankan komunikasi publik pendidikan.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Rampungkan Revitalisasi 124 Sekolah di NTB, 87 di Lombok Timur dan 37 di Sumbawa

Partisipasi Semesta, Bukan Hanya Kementerian

Dibutuhkan partisipasi semesta melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari guru, orang tua, murid, komunitas, media, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha harus terlibat aktif.

Kemendikdasmen mendorong tiga pendekatan dalam pembangunan pendidikan. Pertama, infrastruktur fisik melalui revitalisasi satuan pendidikan dan pemerataan akses pendidikan.

Kedua, infrastruktur pedagogis melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ketiga, infrastruktur budaya melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Deep Learning: Memanusiakan Siswa

Proses pembelajaran dalam pendekatan Deep Learning harus memenuhi tiga prinsip utama. Prinsip pertama adalah Berkesadaran (Mindful), di mana siswa mengetahui tujuan mereka belajar.

Baca Juga: Sekolah Swasta Adalah Mitra Pemerintah, Bersama Perluas Akses dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Prinsip kedua adalah Bermakna (Meaningful), yaitu materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Prinsip ketiga adalah Menggembirakan (Joyful), agar tumbuh motivasi intrinsik dalam diri setiap siswa. Melalui forum ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai kebijakan pendidikan.

Editor : Aditya Novrian
#kemendikdasmen