MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tercatat ada 14.454 pelajar yang diterima empat kampus negeri di Kota Malang dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Terbanyak di Universitas Brawijaya (UB) dengan menerima 5.842 mahasiswa baru (maba).
Disusul Universitas Negeri Malang (UM) yang menerima 4.881 maba. Sedangkan Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima 2.165 maba.
Selanjutnya yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang yang menerima 1.566 maba.
Proses registrasi atau daftar ulang untuk jalur tersebut dimulai kemarin (26/5) hingga 3 Juni mendatang. Selama kurun waktu itu, masih ada kemungkinan jumlah pendaftar yang diterima berkurang. Setelah proses daftar ulang ditutup, kampus bakal mengumumkan hasil akhir.
Selanjutnya mengumumkan pembukaan kuota untuk jalur mandiri. Kepala Bagian Akademik, Biro Administrasi Akademik, dan Kemahasiswaan (AAAK) UIN Maliki Malang Imam Ahmad menyebut ada kemungkinan peningkatan kuota di jalur mandiri.
Sebab penerimaan maba dari jalur SNBT lebih rendah dibanding kuota yang tersedia. ”Kemungkinan besar kuota mandiri jadi 2.200 kursi. Tapi kami harus melihat hasil yang daftar ulang SNBT dan seleksi UMPTKIN dulu,” ujar dia.
Sejak awal, UIN Maliki sengaja menetapkan kuota mandiri di angka 25 persen. Yaitu sekitar 1.939 kursi. Namun kampusnya masih boleh menambah kuota 5 persen lagi karena ketentuan pusat maksimal seleksi mandiri mengambil porsi 30 persen dari total penerimaan maba.
Pihaknya berharap penerimaan maba tahun ini bisa dimaksimalkan melalui seleksi mandiri. Sebab dari jalur SNBP, SNBT, dan SPAN-PTKIN masih kurang maksimal. Terlebih biaya di kampusnya tak jauh beda. Peserta jalur mandiri tak dikenakan uang gedung seperti kampus lainnya. Hanya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kemungkinan lebih mahal sesuai data yang diajukan kepada kampus.
Sementara itu, program studi (prodi) yang paling banyak terisi dari SNBT UIN Maliki adalah S1 Psikologi. Totalnya mencapai 215 kursi. Selanjutnya Prodi Farmasi terisi 100 maba dan Prodi Kedokteran yang terisi 50 kursi.
”Secara keseluruhan, prodi umum sudah mulai memenuhi kuota, tinggal prodi keagamaan saja yang perlu peningkatan lagi,” lanjut Imam. Biasanya, prodi keagamaan itu bakal banyak terisi melalui UMPTKIN. Untuk itu, penetapan kuota mandiri baru bisa dilakukan sekitar akhir bulan Juni.
Di tempat lain, UM masih menimbang kemungkinan penambahan kuota jalur mandiri. Sebab jumlah peserta SNBT yang diterima melampaui kuota yang tersedia. Kini, pihaknya masih menunggu rampungnya daftar ulang peserta pada 3 Juni mendatang.
”Senin lalu (25/5) pengumuman saja, registrasinya masih berjalan dan kemungkinan ada yang mengundurkan diri,” ujar Kasubdit Seleksi UM Rizky Firmansyah. Dari kuota sebanyak 4.789 maba, rupanya Kemendiktisaintek menentukan UM mendapat 4.881 maba dari SNBT. Dengan prodi tertinggi dari S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang mendapat 140 maba.
Prodi kedua dengan jumlah maba terbanyak jalur SNBT dari S1 Psikologi. Totalnya ada 130 maba yang diterima. Lalu dari Prodi S1 Kesehatan Masyarakat menerima 130 maba juga. Sampai kemarin, kuota jalur mandiri di UM tetap di angka 4.545, sesuai dengan ketentuan awal.(aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra