Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kemendikdasmen Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026, 137 Peserta Wakili 105 Bahasa dan Dialek

Xeon Rhao Loudra Widadi • Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat memberikan sambuta. (Dok. Kemendikdasmen)
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat memberikan sambuta. (Dok. Kemendikdasmen)

DEPOK, RADAR MALANG - Ratusan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Depok, Jawa Barat. Mereka datang membawa semangat yang sama: melestarikan bahasa daerah agar tidak punah dimakan waktu.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan hal itu. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 26 Mei 2026.

Baca Juga: Wamen Atip: Kesuksesan Bukan Cuma Soal IQ, Kecerdasan Sosial Juga Penting

Bahasa Daerah Adalah Rumah bagi Budaya

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat hadir memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti hanya pada acara tahunan semata.

Menurutnya, bahasa daerah harus hidup dalam keseharian, terutama di lingkungan sekolah. Ia mendorong agar bahasa daerah digunakan sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar.

137 Peserta, 105 Bahasa, 36 Provinsi

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 mengusung tema "Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa". Sebanyak 137 peserta terbaik dari tingkat provinsi ambil bagian dalam festival ini.

Baca Juga: 120 SMK Terima Program Bahasa Asing Non-Inggris, 13 Ribu Murid Pelajari Mandarin hingga Jerman

Mereka mewakili 105 bahasa dan dialek yang berasal dari 36 provinsi di Indonesia. Para peserta adalah siswa SD dan SMP yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah di daerah masing-masing.

Festival ini membuktikan bahwa bahasa daerah masih relevan di tengah arus modernisasi. Selama masih ada generasi muda yang bangga menggunakannya, bahasa ibu tidak akan pernah mati.

Editor : Aditya Novrian
#kemendikdasmen