MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kurangnya nilai matematika dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) mendapat perhatian khusus.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang bakal merumuskan lagi standar pembelajaran yang lebih berdampak kepada pelajar.
”Kami akan segera susun (standar pembelajaran itu),” terang Kepala Bidang (Kabid) Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim. Dia menambahkan, hasil TKA pertama kali ini awalnya hanya untuk evaluasi individu siswa.
Namun ternyata ditambahkan sebagai persyaratan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA. Peran TKA sebagai pendamping rapor siswa agar panitia SPMB memiliki pembanding nilai yang berstandar nasional untuk bahan pertimbangan.
”Meski program baru, perannya sangat penting untuk mengukur kemampuan siswa dengan standar nasional,” ujar Adhim.
Terpisah, Teguh Edy Purwanta, Kepala SMPN 3 Kota Malang sekaligus Plt Kepala SMP 24 Kota Malang menyebut ada beberapa pelajarnya yang harus mengikuti TKA Susulan.
Pertama, ada 21 siswa dari SMPN 3 Kota Malang. Selanjutnya ada enam siswa dari SMPN 24 Kota Malang yang harus mengikuti ujian susulan.
Penyebabnya karena ada trouble pada jaringan. Selain itu, manajemen waktu yang kurang juga membuat persentase soal yang dikerjakan kurang dari 80 persen.
”Tantangan lain yang mungkin dirasakan adalah ketelitian dalam membaca soal. Sebagian siswa belum terbiasa menggarap soal berbasis penalaran tingkat tinggi (HOTS). Ada juga yang grogi,” ungkap Teguh.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kauman Rizka Silvia menyebut bahwa pengumuman TKA ke siswa atau wali murid masih akan dilakukan pada 2 Juni mendatang. Ada 74 siswa yang kemarin mengikuti TKA.
”Dari pantauan sementara, kalau kami lihat secara umum, para siswa cenderung menguasai mata pelajaran yang berkaitan dengan literasi,” terang Rizka. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra