Festival Kurban FT UB Perkuat Solidaritas Sosial Kampus

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 12:00 WIB
KOMPAK: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menggelar Festival Kurban sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampus.
KOMPAK: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menggelar Festival Kurban sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampus.

MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menggelar Festival Kurban sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (28/5) itu tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Iduladha, tetapi juga sarana mempererat kolaborasi antara sivitas akademika, alumni, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar.

Tahun ini, FT UB menghimpun 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepedulian dan partisipasi warga kampus dalam kegiatan sosial.

Dekan FT UB, Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan, kurban memiliki makna lebih dari sekadar ibadah, yakni memperkuat hubungan antarmanusia melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial.

UNTUK WARGA: FT UB menghimpun 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing untuk kurban.
UNTUK WARGA: FT UB menghimpun 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing untuk kurban.

 

"Kurban ini harus kita maknai sebagai bagian dari ibadah. Ada konteks hubungan dengan Allah, tapi juga ada konteks solidaritas kita," ujarnya.

Menurut Hadi, daging kurban didistribusikan kepada sivitas akademika, tenaga pendukung kampus, masyarakat sekitar, serta pondok pesantren mitra agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

"Kami membagikan ke seluruh sivitas, masyarakat sekitar, termasuk pondok pesantren mitra. Jadi harus ada dampaknya bagi masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah hewan kurban tidak lepas dari semakin besarnya keterlibatan alumni dan berbagai komunitas di lingkungan FT UB. Meski demikian, panitia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan tenaga ahli dalam proses penyembelihan dan distribusi.

"Keterlibatan sekarang lebih banyak, termasuk alumni. Tapi memang ada keterbatasan tenaga dan keahlian, sehingga belum bisa menampung lebih banyak hewan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Hadiid FT UB, Prof Ir Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir pelaksanaan Festival Kurban dilakukan sehari setelah Iduladha agar lebih banyak warga kampus dapat berpartisipasi.

"Mulai dua tahun lalu, kita laksanakan satu hari setelah Iduladha agar memberi kesempatan warga Fakultas Teknik untuk berpartisipasi," ujarnya.

Menurut Ludfi, kegiatan ini melibatkan sivitas akademika dan alumni dalam proses penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi daging kurban. Penerima manfaat diprioritaskan bagi petugas kebersihan, tenaga keamanan, staf pendukung, masyarakat sekitar, serta anak yatim.

GUYUB: FT UB menggelar kurban di lingkungan kampus.
GUYUB: FT UB menggelar kurban di lingkungan kampus.

 

"Fokus kami adalah CS, security, staf, dan juga masyarakat sekitar, termasuk anak yatim di beberapa lokasi terdekat," katanya.

Selain berbagi dengan masyarakat, Festival Kurban juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara alumni dan sivitas akademika. FT UB berharap partisipasi dalam kegiatan kurban terus meningkat sehingga nilai kepedulian sosial dapat semakin mengakar di lingkungan kampus dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (aw/drn)

Editor : A. Nugroho
UB FT UB Kurban