MALANG KOTA, RADAR MALANG - Semua proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini bakal diterapkan secara online. Kondisi itu dikhawatirkan beberapa wali murid. Sebab, masih ada yang belum terbiasa mengakses website pendaftaran di sekolah.
Seperti terlihat kemarin (5/6), saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar simulasi pendaftaran. Diperkirakan ada sekitar 12 ribu wali murid yang mulai mengakses laman SPMB sejak pagi. Sebagian lancar mengakses proses pendaftaran, termasuk sinkronisasi data diri siswa.
Baca Juga: Jangan Sampai Ada Titipan saat SPMB, Ini Pesan DPRD untuk Disdik Kabupaten Malang
Namun ada beberapa wali murid yang terkendala saat mengisi biodata peserta didik yang belum diperbarui. Dewi Ratna, salah satu wali murid yang akan mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP negeri menuturkan data di website SPMB masih belum sinkron.
Alamat anaknya masih berdasar KK saat pendaftaran SD. ”Padahal sekarang saya sudah pindah, jadi harus ubah data dulu lewat sekolah dan dinas,” ujarnya. Beberapa orang tua pendaftar juga ada yang gagal masuk website SPMB.
Sebab, kode yang diberi tidak bisa diakses saat pagi hari. Setelah dicoba berulang kali, baru pada siang harinya kode bisa diakses. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim menuturkan, pendaftar tak perlu panik.
Baca Juga: Simulasi SPMB di Kota Malang Digelar Mulai 5 Juni
Sebab kemarin baru pertama kali dilakukan uji coba. Masih ada kesempatan hingga hari ini untuk melihat kecocokan data. ”Beberapa memang ada yang mengeluhkan titik rumah tidak sesuai alamat, bisa langsung lapor ke posko SPMB,” ujar Adhim.
Simulasi kemarin memang ditujukan untuk mengecek data diri siswa yang akan daftar. Sekaligus memastikan kesiapan dan pemahaman wali murid terkait pendaftaran online. Karena bersifat simulasi, meski salah menginput data, pendaftar tak perlu panik.
Sebab seluruh data yang dimasukkan saat simulasi bakal dihapus oleh Disdikbud. Menyisakan website yang siap dipakai untuk SPMB pada Senin, 8 Juni mendatang. Saat ini pendaftar harus benar-benar mengecek data yang disiapkan. Saat pendaftaran dibuka, hanya ada waktu tiga hari saja untuk mendaftar. ”Karena sistem online, kalau sudah terlewat tidak bisa diulang atau disusulkan,” pungkas Adhim. (aff/by)
Editor : A. Nugroho