MALANG KOTA, RADAR MALANG – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA negeri mulai dipersiapkan. Kemarin (8/6), Dinas Pendidikan Jatim menggelar simulasi pendaftarannya. Diperkirakan ada sekitar 5 ribu wali murid mulai mengakses laman SPMB sejak pagi.
Sebagian lancar mengakses pendaftaran, termasuk sinkronisasi data diri siswa. Namun ada beberapa wali murid terkendala biodata peserta didik yang belum diperbarui. Yuni Oktanta, salah satu wali murid yang akan mendaftarkan sekolah anaknya ke jenjang SMA negeri menuturkan, data di website SPMB sebenarnya sudah sinkron.
Namun website-nya cukup lambat diakses. ”Mungkin karena yang login langsung ribuan orang, jadi ada delay saat masuk,” kata dia. Beberapa orang tua pendaftar juga ada yang gagal masuk website SPMB. Sebab kode yang diberi tidak bisa diakses saat pagi hari.
Setelah dicoba beberapa kali, baru pada siang hari kode bisa diakses. Kepala Seksi (Kasi) SMA Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu Asrofi meminta para pendaftar tak perlu panik. Sebab kemarin baru pertama kali uji coba laman SPMB.
Masih ada kesempatan hingga hari ini (9/6) untuk melihat kecocokan data dan membiasakan diri menggunakan server. ”Kalau ada yang titik rumahnya tidak sesuai alamat, bisa langsung lapor ke Posko SPMB,” ujar Asrofi. Simulasi kemarin memang ditujukan untuk mengecek data diri siswa yang hendak daftar.
Sekaligus memastikan kesiapan dan pemahaman wali murid terkait pendaftaran online. Karena bersifat simulasi, meski salah menginput data, pendaftar tak perlu panik.
Sebab seluruh data yang dimasukkan saat simulasi bakal dihapus bersih oleh Disdik Jatim. Menyisakan website yang siap dipakai untuk SPMB SMA Negeri pada 11 Juni mendatang.
Selain itu, Asrofi juga masih menunggu pendaftar mengakses PIN untuk SPMB. Dari 48 ribu kuota tersedia, baru 13.510 yang mengakses PIN. ”Hingga kemarin yang sudah verifikasi baru 11.220 peserta,” pungkas Asrofi. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra