Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wali Murid Keluhkan Urutan Jalur SPMB SMK Negeri di Kota Malang

Nahdiatul Affandiah • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:31 WIB
MASIH BERJALAN: Salah satu warga bersama putrinya konsultasi ke Panitia SPMB di Kantor Cabdin Kota Malang-Kota Batu, Kamis lalu (11/6). (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)
MASIH BERJALAN: Salah satu warga bersama putrinya konsultasi ke Panitia SPMB di Kantor Cabdin Kota Malang-Kota Batu, Kamis lalu (11/6). (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Sebanyak 8.512 pelajar sudah mengakses Personal Identification Number (PIN) untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK negeri tahun ini. Di jenjang SMA negeri Kota Malang, total kuota tahun ini sekitar 3.600 kursi. Sementara di jenjang SMK negeri, kuotanya mencapai 7.467 kursi.

Jumlah kuota SMK negeri lebih banyak lantaran tiap sekolah memiliki lebih dari empat konsentrasi keahlian. Contohnya di SMKN 4 Kota Malang, yang tahun ini membuka kuota untuk 882 kursi. Sebab, sekolah itu memiliki 8 konsentrasi keahlian sekaligus.

Grafis Kuota SPMB SMA/SMK Negeri di Kota Malang
Grafis Kuota SPMB SMA/SMK Negeri di Kota Malang

Untuk pembagian porsi jalur penerimaan, jenjang SMK lebih banyak menerima siswa dari jalur prestasi akademik. Porsinya mencapai 65 persen atau sekitar 4.846 siswa. Sementara jalur paling sedikit dari mutasi dan afirmasi. Masing-masing porsinya 5 persen atau sekitar 373 siswa.

Rofiah, salah satu wali murid asal Kecamatan Kedungkandang menyayangkan seleksi domisili menjadi jalur pertama yang dibuka. Menurut dia, lebih baik SPMB jenjang SMK diawali dari jalur prestasi akademik yang kuotanya paling banyak. 

Sehingga semua pendaftar bertempur di jalur itu terlebih dahulu. “Baru jalur domisili bisa jadi alternatif bagi pendaftar yang tidak terlalu yakin dengan nilai yang dimiliki,” ujar dia.

Baca Juga: Kuota SPMB di SMP Negeri Kota Malang Tersisa 4.421 Kursi, Ini Rincian Jalurnya

Alasannya karena jalur domisili hanya mempertimbangkan jarak sekolah dengan rumah dan usia pendaftar. Banyak kemungkinan siswa yang memiliki nilai tinggi dan rumahnya dekat sekolah bisa diterima jalur domisili. Padahal seharusnya nilai itu mampu bersaing di jalur prestasi akademik terlebih dahulu.

Menanggapi urutan pembukaan jalur pendaftaran itu, Panitia SPMB SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu Hendra Setiawan menuturkan bahwa orang tua tak perlu khawatir. Sebab daya tampung jenjang SMK Negeri cukup tinggi. “Kalau merasa nilai anaknya mampu bersaing di jalur prestasi akademik, tinggal daftar saja sesuai tanggalnya dan kesempatan diterima semakin besar,” ujarnya.

Masalah lain yang kerap terjadi dalam pendaftaran jenjang SMK Negeri adalah pendaftar yang lupa mencantumkan surat keterangan sehat. Padahal, syarat itu wajib ada saat pengambilan PIN. Namun banyak pendaftar yang belum melengkapinya hingga kebingungan saat hari pendaftaran. Sebab, akunnya tidak bisa diakses. 

Baca Juga: Keluhkan Nilai TKA Tak Muncul di Website SPMB

“Dalam sehari setidaknya ada 5 sampai 6 pendaftar yang melaporkan kejadian itu,” ujar Hendra. Untungnya verifikasi kesehatan bisa dilaporkan ke SPMB Provinsi untuk meminta solusi. Kini pihaknya masih menunggu beberapa pendaftar yang belum bisa mengakses SPMB karena halangan tersebut.

Melihat terbatasnya siswa yang mengakses PIN dan kuota SMK negeri yang cukup banyak, Hendra melihat ada potensi kuotanya tak bakal terpenuhi. Untuk itu pihaknya kemungkinan besar bakal membuka sesi pemenuhan kuota. Namun kepastian itu bakal diumumkan setelah daftar ulang jalur prestasi akademik usai.(aff/by)

Editor : A. Nugroho
#DPMB #Kuota pendaftaran #smk negeri #PIN