MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menyelenggarakan program International Student Inbound Mobility 2026 bekerja sama dengan Pioneer House, National University of Singapore (NUS). Kegiatan yang memasuki tahun keempat pelaksanaannya ini menjadi bagian dari upaya kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan kompetensi global mahasiswa.
Program yang berlangsung pada 17–26 Mei 2026 tersebut mengusung tema SDGs in Action: Innovate, Empower, Transform. Sebanyak 48 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri atas 32 mahasiswa NUS dan 16 mahasiswa FT UB. Program juga didampingi oleh tiga staf dan dosen dari NUS.
Pelaksanaan kegiatan tahun ini diketuai oleh Rakhmat Himawan, S.T., M.Sc., Ph.D. dari FT UB, sementara delegasi NUS dipimpin oleh Professor Senthil Kumar.
Program International Student Inbound Mobility dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkenalkan Indonesia, khususnya Kota Malang dan sekitarnya, kepada mahasiswa NUS. Selain mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia, peserta juga memperoleh wawasan mengenai industri, inovasi, kewirausahaan, serta praktik pembangunan berkelanjutan yang berkembang di wilayah tersebut.
Selama program berlangsung, mahasiswa NUS dan FT UB bekerja dalam kelompok lintas budaya untuk mengeksplorasi sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Mereka ditugaskan mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan tantangan di lapangan, kemudian merumuskan solusi inovatif yang relevan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) serta pengembangan inovasi dan kewirausahaan.
Program ini bertujuan memperkuat kerja sama antara FT UB dan NUS melalui mobilitas mahasiswa internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa kedua universitas untuk berinteraksi, membangun jejaring internasional, memahami budaya Indonesia secara langsung, serta mengembangkan kemampuan dalam merespons berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
Selama berada di Malang, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, eksplorasi lapangan, dan kunjungan industri. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi company visit dan studi lapangan ke PTPN Bangelan Wonosari, PT Amerta Indah Otsuka, serta Greenfields Indonesia.
Peserta juga melakukan eksplorasi di kawasan Kajoe Tangan Heritage, Bumiaji Agro-Village, dan Bendungan Sutami untuk mempelajari aspek sejarah, budaya, lingkungan, pertanian, serta pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal, peserta mengikuti kegiatan membatik di Soendari Batik dan mengunjungi Perkebunan Teh Wonosari guna memahami keterkaitan antara sektor agribisnis, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui program International Student Inbound Mobility 2026, FT UB dan NUS berharap dapat terus memperkuat kemitraan internasional yang telah terjalin sekaligus menciptakan pengalaman pembelajaran global yang bermakna bagi mahasiswa.
Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta menghasilkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan masa depan. (aw)
Editor : A. Nugroho