MALANG, RADAR MALANG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi kegiatan yang hampir selalu diikuti siswa baru saat awal tahun ajaran. Namun, di balik kegiatan ini, ada satu hal penting yang perlu dipahami orang tua dan siswa: MPLS bukan ajang perpeloncoan, melainkan program pengenalan sekolah yang harus dijalankan secara edukatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ketentuan itu telah diatur dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut, sekolah diwajibkan menyelenggarakan MPLS sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, sekaligus dilarang memberikan tugas atau atribut yang tidak masuk akal, merendahkan siswa, atau mengarah pada kekerasan.
MPLS Dirancang untuk Mengenalkan Sekolah, Bukan Menghukum Siswa Baru
Secara resmi, MPLS bertujuan membantu siswa baru mengenal program sekolah, sarana prasarana, cara belajar, budaya sekolah, serta menumbuhkan perilaku positif. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan barunya dan membangun motivasi belajar sejak awal.
Baca Juga: Unisma Luluskan 881 Mahasiswa, Cetak Alumni yang dengan Jiwa Aswaja
Artinya, MPLS bukan ruang untuk memberi tekanan berlebihan kepada siswa. Justru sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi proses pengenalan yang menyenangkan, membangun rasa aman, dan membuat siswa merasa diterima di lingkungan sekolah barunya.
Ada Aturan Jelas tentang Kegiatan dan Larangan dalam MPLS
Permendikbud menegaskan bahwa perencanaan dan penyelenggaraan MPLS merupakan tanggung jawab guru, bukan siswa senior atau alumni. Kegiatan juga wajib dilakukan secara edukatif, tanpa pungutan biaya, tanpa kekerasan, dan tanpa tugas-tugas yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Sekolah juga dilarang meminta siswa baru membawa atribut yang tidak wajar, seperti tas karung, papan nama rumit, atau perlengkapan yang tidak berkaitan dengan proses belajar. Aktivitas seperti menghitung benda yang tidak bermanfaat, membawa produk bermerek tertentu, atau menjalani hukuman fisik juga termasuk hal yang dilarang dalam pelaksanaan MPLS.
Baca Juga: 20 Guru SMP/MTs se-Kabupaten Malang Antusias Upgrade Ilmu Jurnalistik
Kegiatan MPLS Seharusnya Fokus pada Pengenalan dan Pembentukan Karakter
Karena itu, kegiatan MPLS yang ideal justru berisi pengenalan warga sekolah, tata tertib, etika komunikasi, fasilitas sekolah, hingga pembiasaan perilaku positif. Siswa juga bisa diajak mengenal ekstrakurikuler, melakukan diskusi kelompok, belajar menjaga kebersihan, hingga memahami pentingnya disiplin dan saling menghormati.
Dengan model kegiatan seperti itu, MPLS dapat benar-benar menjadi pintu masuk yang sehat bagi siswa baru. Mereka bukan hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar nilai-nilai dasar seperti tanggung jawab, sopan santun, kerja sama, dan kemandirian sejak hari-hari pertama masuk sekolah.
Editor : Aditya Novrian