MALANG KOTA, RADAR MALANG - Persaingan nilai dalam pendaftaran di jalur prestasi akademik SMK Negeri tahun ini tidak terlalu ketat. Banyak pendaftar dengan rata-rata nilai 70 sampai 80 yang mendaftar.
”Meski sebutannya jalur prestasi akademik, justru pendaftar dengan nilai 90,00 ke atas sangat jarang,” terang Panitia SPMB Cabang Dinas Kota Malang Kota Batu Robby Zunaidi. Komposisi nilai rata-rata untuk jalur prestasi akademik itu sama dengan SPMB jenjang SMA negeri dulu.
Yaitu 60 persen dari nilai rapor dan 40 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Untuk itu hasil rata-rata tak bisa ditebak karena pengaruh nilai TKA cukup tinggi meski baru pertama diadakan untuk jenjang SMK.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang, pendaftar jalur prestasi akademi SMK negeri pada hari pertama dengan nilai rata-rata di atas 90,00 tak sampai 10 anak. Seperti pendaftar dengan rata-rata 90,60 baru ditemukan di jurusan teknik mekatronika SMKN 4 Malang.
Lebih tinggi lagi di jurusan rekayasa perangkat lunak di sekolah yang sama dengan nilai rata-rata 91.78. Itu sekaligus menjadi nilai tertinggi yang mendaftar di hari pertama.
Salah satu pendaftar bernama Silvia Okta mengaku sempat khawatir mendaftar jalur prestasi akademik. Sebab rata-rata nilainya hanya 85,00. ”Tapi setelah melihat pesaing lain, ternyata lebih banyak yang rata-ratanya 80.00 ke bawah jadi aman,” ujarnya.
Silvia mengincar jurusan keperawatan di SMKN 2 Malang. Dia sempat mengikuti jalur domisili meski kemudian terlempar karena jarak rumahnya cukup jauh. Kini Silvia optimistis bisa masuk di sekolah impiannya itu.
Di tempat lain, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kota Malang Gunawan Dwiyono mengaku sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait SPMB tersebut. Secara keseluruhan prosesnya berjalan lancar karena dilakukan secara online. ”Semua pagu untuk tiap jenjang juga terpantau sudah terpenuhi,” ujarnya.
SMK negeri memang banyak diburu karena prospek kerja setelah sekolah cukup tinggi. Sekitar 60 persen lulusan SMK negeri langsung bekerja tidak sampai satu tahun setelah lulus sekolah. Sementara 40 persen lainnya umumnya memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra