MALANG, RADAR MALANG – Tahun ini, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) berusia 17 tahun. Peringatan Hari Jadi di Kampus Vokasi UB Dieng Selasa (30/6) menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang vokasi sejak awal berdiri hingga rencana besar pengembangan kampus di Kepanjen, Kabupaten Malang.
Dekan Vokasi UB M. Kholid Mawardi mengatakan, fakultas vokasi UB memasuki fase pertumbuhan serta penguatan sistem. Oleh karena itu, ia memberikan arahan kepada jajaran sivitas akademik untuk fokus mengembangkan vokasi.
“Terus mengembangkan jejaring, termasuk kerja sama internasional,” ujarnya.
Dia mengidentifikasi dua unsur utama dalam pengembangan fakultas vokasi, yaitu kepemimpinan dan perubahan. Salah satu perubahan yang sedang dijalankan ialah pengembangan vokasi UB di Kepanjen.
Dalam kegiatan itu juga disampaikan gambaran terkini perkembangan pembangunan kampus vokasi UB di Kepanjen. Pembangunan gedung ditargetkan rampung dan siap dihuni pada tahun depan. Hal itu menandai babak baru bagi fakultas vokasi UB untuk memiliki kampus mandiri yang representatif di kawasan Kabupaten Malang.
Sementara itu, Ketua Program Pendidikan Vokasi tahun 2009 Prof Dr Ir Mochammad Munir MS mengatakan, kelahiran pendidikan vokasi UB tidak berjalan mulus. Gagasan muncul saat dirinya masih aktif di lingkungan kementerian.
”Sehingga terinspirasi visi sistem pendidikan tinggi yang membagi tiga jalur pendidikan, akademik, profesi, dan vokasi,” ujarnya.
Dekan Vokasi UB periode (2021-2023) Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak mengungkap proses pengambilan keputusan strategis terkait lokasi pengembangan kampus.
Pertimbangan utamanya adalah bahwa jika vokasi tetap bertahan di lokasi lama, potensi pengembangannya akan terbatas. “Kita jangan melihat sekarang, tapi lihat lima sampai sepuluh tahun mendatang, bagaimana Kepanjen juga akan berkembang,” ujarnya. (zal/dan)
Editor : A. Nugroho