MALANG, RADAR MALANG – Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang tidak selalu berjalan mudah bagi semua anak. Sebagian siswa justru menunjukkan tanda-tanda enggan kembali ke sekolah, mulai dari sulit bangun pagi, rewel, hingga mengaku sakit tanpa penyebab yang jelas.
Laman PUSPA Al Firdaus menyebut kondisi tersebut sebagai post-holiday blues, yakni perubahan emosional yang muncul ketika anak harus meninggalkan suasana santai selama liburan dan kembali menjalani rutinitas sekolah. Karena itu, dukungan orang tua menjadi faktor penting agar proses adaptasi berlangsung lebih lancar.
Mulai Transisi Sebelum Liburan Berakhir
Orang tua disarankan tidak menunggu hari pertama sekolah untuk mengubah rutinitas anak. Transisi sebaiknya dilakukan sekitar tiga hari sebelum liburan berakhir dengan mulai mengembalikan jam tidur, waktu sarapan, hingga kebiasaan belajar.
Baca Juga: Mengapa Minggu Pertama Sekolah Penting bagi Adaptasi Siswa? Ini Alasannya
Cara ini membantu anak menyesuaikan diri secara perlahan sehingga tidak merasa kaget ketika harus kembali bangun pagi dan mengikuti kegiatan sekolah. Selain itu, melibatkan anak saat menyiapkan tas, seragam, buku, dan perlengkapan sekolah juga dapat menumbuhkan antusiasme menjelang hari pertama masuk.
Bangun Semangat Lewat Dukungan Emosional
Saat anak menunjukkan rasa malas atau cemas, orang tua dianjurkan tidak langsung memarahi mereka. Sebaliknya, perasaan anak perlu diakui dan didengarkan agar mereka merasa dipahami.
Daripada menekankan tugas sekolah atau nilai akademik, orang tua bisa mengingatkan kembali hal-hal menyenangkan yang akan ditemui anak di sekolah, seperti bertemu teman, bermain saat istirahat, atau mengikuti kegiatan favorit. Pendekatan positif tersebut dinilai mampu membantu anak lebih siap secara emosional menghadapi perubahan rutinitas.
Pantau Adaptasi pada Minggu Pertama
Beberapa hari pertama sekolah merupakan masa penyesuaian yang wajar. Namun, apabila anak terus menunjukkan keluhan fisik atau perubahan perilaku selama lebih dari dua minggu, orang tua disarankan mulai berkomunikasi dengan guru atau berkonsultasi kepada tenaga profesional.
Dengan pendampingan yang tepat, masa transisi setelah liburan tidak hanya membuat anak kembali bersemangat belajar, tetapi juga melatih kemampuan mereka menghadapi perubahan di masa mendatang.
Editor : Aditya Novrian