Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.023 Maba SNBT di Dua Kampus Tak Daftar Ulang, Mayoritas karena Alasan Ekonomi

Nabila Amelia • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:03 WIB
BANYAK YANG MUNDUR: Sejumlah maba UM mengikuti sesi PKKMB, tahun lalu. Tahun ini ada 526 calon maba UM jalur SNBT yang tak daftar ulang. (Darmono/Radar Malang)
BANYAK YANG MUNDUR: Sejumlah maba UM mengikuti sesi PKKMB, tahun lalu. Tahun ini ada 526 calon maba UM jalur SNBT yang tak daftar ulang. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sudah ada 1.023 calon mahasiswa baru (maba) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang tidak daftar ulang. Jumlah itu berasal dari dua kampus. Yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). 

Di UM, total ada 526 calon maba yang tak daftar ulang hingga prosesnya ditutup 1 Juli lalu. Sementara di Polinema, ada 497 calon maba yang melakukannya hingga jadwal ditutup pada 19 Juni lalu. Jumlah calon mahasiswa jalur SNBT yang tak daftar ulang itu masih bisa bertambah. 

Sebab, Universitas Brawijaya (UB) dan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) masih membuka proses daftar ulang. Di UM, jalur SNBT diminati 45.939 pendaftar. Jumlah yang diterima mencapai 4.881 pelajar.

Jumlah itu melampaui kuota awal, sebab angkanya ditentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI. Mereka berkaca pada hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).  

Sementara yang daftar ulang hanya 4.355 pelajar. ”Artinya ada 526 pendaftar yang tidak mengambil UM jalur SNBT,” ujar Direktur Pendidikan UM Prof Dr Evi Eliyanah SS MA PhD. Alasan mereka tak daftar ulang cukup beragam. Namun paling banyak karena masalah ekonomi.

Evi mencontohkan banyak mahasiswa baru dari jalur SNBT yang juga mendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Namun tak sedikit yang tidak lolos program beasiswa dari pemerintah tersebut. Sementara itu, lolosnya peserta melalui SNBT hanya membebaskan mereka dari uang gedung saja.

Kemungkinan besar karena pertimbangan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) yang tak sedikit, akhirnya peserta memilih mundur. Sebagai contoh untuk jurusan yang paling banyak peminat seperti Psikologi. UKT golongan III-nya di angka Rp 3,5 juta. Sementara UKT paling mahal golongan VII mencapai Rp 6,5 juta. 

Sayangnya Evi belum memiliki data pasti terkait berapa pelajar yang tertolak KIP-K tersebut. Alasan kedua siswa tak daftar ulang jalur SNBT karena pendaftar diterima di pilihan kedua atau ketiga. Sementara keinginan pendaftar masuk pilihan satu sangat kuat. 

Itu menjadi alasan pendaftar melepaskan SNBT untuk berjuang di jalur lain menuju pilihan pertama, seperti melalui jalur mandiri. Untuk jalur SNBT, program studi yang paling banyak diminati yakni Psikologi.

Total daya tampungnya dari semua jalur menjadi terbanyak pertama berjumlah 419 mahasiswa. Prodi paling diminati kedua yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan ketiga prodi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, proses daftar ulang di Polinema sudah selesai paling awal. Sebab, masa pendaftaran ulang di sana berlangsung pada 26 Mei sampai 19 Juni. Wakil Direktur I Polinema Prof Ratih Indri Hapsari ST MT PhD menyebut, kuota jalur SNBT yang dibuka tahun 2026 untuk 2.171 mahasiswa. 

Kuota tersebut lebih banyak dibanding tahun 2025, yakni 1.835 mahasiswa. Ratih menyampaikan bahwa tahun lalu yang melakukan daftar ulang hampir mendekati kuota yang dibuka. ”Kalau tahun ini yang daftar ulang ada 1.674 mahasiswa,” ucap dia.

Menurut Ratih, ada beberapa prodi yang tidak terisi pada saat daftar ulang. Seperti Prodi D4 Akuntansi Manajemen di Polinema Pamekasan. Satu lagi Prodi D3 Teknik Mesin.

Pihaknya tetap optimistis bisa memenuhi kuota mahasiswa dari seluruh jalur penerimaan. Terlebih lagi Polinema juga membuka beberapa jalur penerimaan melalui mandiri. (aff/mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#SNBT Kota Malang #daftar ulang SNBT #pelajar tak daftar ulang SNBT #Mahasiswa malang #kampus malang