MALANG KOTA - Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online mulai populer saat pandemi. Tapi, efektivitas belajar tanpa tatap muka itu masih banyak dipakai hingga saat ini di kampus-kampus. Salah satunya, di Universitas Negeri Malang (UM).
Kampus tersebut membuka program PJJ untuk pascasarjana. Total ada enam program studi yang bakal dibuka untuk kuliah daring itu. Empat lainnya sudah memiliki izin terbit, sementara dua lainnya masih proses.
Keempat Prodi PJJ yang sudah berizin yaitu Teknologi Pendidikan, Pendidikan Matematika, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara dua Prodi yang izinnya masih proses adalah Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Non Formal. ”Dua Prodi yang masih proses sudah di tahap akhir administratif, targetnya bulan ini rampung perizinannya,” ujar Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd.
Menurutnya, pembukaan PJJ untuk jenjang magister ini perlu dilakukan untuk menjawab permintaan masyarakat. Banyak pekerja dan praktisi yang ingin berkuliah di UM, namun terhalang pekerjaan yang harus dilakukan di kota masing-masing. Pihaknya melakukan survei yang melibatkan 1.587 responden di Kutai Timur dan Tana Tidung. Hasilnya ada 23 persen yang memilih S2 Pendidikan Dasar melalui PJJ dan 13 persen memilih S2 Teknologi Pendidikan.
Model pembelajaran yang diterapkan 99 persen online. Melalui Sipejar UM dan LMS berbasis Moodle dengan kapasitas layanan untuk 40 ribu pengguna. Platform itu mendukung pembelajaran dengan konten adaptif yang dapat diakses bandwidth rendah.
”Sasaran program ini memang mahasiswa di daerah 3T,” lanjut Hariyono. Namun meski pembelajaran banyak online, ada satu kali pertemuan yang meminta mahasiswa datang ke kampus UM di Malang. Selain itu, besaran UKT untuk S2 PJJ itu sama dengan program magister reguler, kisaran Rp 8,5 juta per semester. (aff/gp
Editor : Galih R Prasetyo