Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.293 Calon Maba Tertolak Beasiswa KIP-K di UM dan UB

Nahdiatul Affandiah • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:01 WIB
BANYAK PEMINAT: Gedung Rektorat UM tampak sepi pada musim libur mahasiswa. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
BANYAK PEMINAT: Gedung Rektorat UM tampak sepi pada musim libur mahasiswa. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Cukup banyak calon mahasiswa baru (maba) yang mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang tertolak tahun ini. Total ada 1.293 pelajar. Rinciannya, 1.286 pelajar mendaftar di Universitas Negeri Malang (UM) dan 7 mahasiswa mendaftar di Universitas Brawijaya (UB).

Subur Hariono, Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Kewirausahaan, Karier, dan Alumni Universitas Negeri Malang (UM) merinci, paling banyak pendaftar KIP-K yang tertolak dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Dari 1.902 pendaftar, hanya 652 yang diterima. 

Sementara dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dari 403 pendaftar, ada 367 pelajar yang diterima. Berdasar data tahun lalu, jumlah mahasiswa KIP-K yang diterima juga menurun untuk jalur SNBT.

Tahun lalu, UM menerima 975 mahasiswa KIP-K dari jalur itu. ”Untuk jalur SNBP kami mengalami peningkatan dari tahun lalu menerima 297 mahasiswa, tahun ini 367 mahasiswa,” ujar Subur.

Kendati tidak gagal menerima KIP-K, sekitar 80 persen calon mahasiswa memilih tetap lanjut daftar ulang. Sebab tahun ini pendaftar KIP-K dikhususkan untuk warga yang masuk kategori desil 1 sampai 4 saja. 

Beberapa mahasiswa baru juga berhasil mendapat Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah meski sebagian lainnya harus melepas kesempatan kuliah karena gagal mendapat beasiswa.

Berbeda dengan UM, tahun ini pendaftar KIP-K di UB menurun drastis. Dari jalur SNBP hanya 163 yang mengajukan beasiswa itu. Sementara yang diterima ada 156 calon mahasiswa. 

Untuk jalur SNBT, tahun ini hanya 441 pelajar yang mendaftar KIP-K. Semuanya dinyatakan lolos beasiswa dari pemerintah itu.

”Kalau dibanding tahun lalu penurunannya sangat drastis, sebab kami menerima 1.358 mahasiswa KIP-K saat itu,” ujar Kepala Subdirektorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Ilhamuddin.

Ilham memperkirakan penurunan pendaftar KIP-K disebabkan persyaratan yang makin ketat. Yaitu harus tergolong keluarga desil 1 sampai 4. Namun tujuh mahasiswa yang tertolak di kampusnya tetap memilih daftar ulang.

Sebab meski tak menerima beasiswa KIP-K, mereka mendapat UKT yang tergolong rendah. Yaitu di golongan 2 atau 3 dengan besarannya mulai Rp 1 juta hingga Rp 2,8 juta per semester. Untuk itu, sebanyak tujuh mahasiswa yang tertolak masih merasa bisa membayar dana tersebut dalam jangka waktu enam bulan sekali. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#maba UB #Pengajuan KIP-K UM #Maba UM #kampus malang #Beasiswa KIP-K