MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pendaftaran online untuk jenjang TK negeri sudah rampung sejak awal Juni. Namun masih tersisa 134 kursi yang belum terisi. Untuk itu, masing-masing sekolah tetap membuka pendaftaran secara offline hingga seluruh pagu bisa terpenuhi.
Perinciannya di jenjang TK, ada empat sekolah yang belum terpenuhi pagunya. Dari total keseluruhan membuka untuk 270 siswa. Sementara yang terisi dari pendaftaran online 127 kursi.
Baca Juga: Kelompok Kepala Sekolah Sarankan SPMB Offline Dibuka Maksimal hingga Semester Satu
Di TK Pembina 1 misalnya, total pagunya 90 dan terisi 37 siswa dari pendaftaran online. Lalu, di TK Pembina 2 total pagunya 60 dan baru terisi 40. Untuk TK Pembina 3 pagunya 75 terisi 32 dan TK Pembina 5 pagunya 45 terisi 18 siswa.
”Untuk SPMB offline tidak kami batasi, meski sudah MPLS sekolah tetap bisa menerima siswa,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim. Namun, pihaknya belum mendata lagi berapa pagu yang belum terisi saat ini. Menurutnya, keempat sekolah masih membuka pendaftaran offline hingga saat ini.
Aturan penerimaan pada SPMB offline juga dibuat tak seketat saat online. Wali murid hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran pendaftar saja. Tak perlu ada ketentuan jarak atau usia seperti pendaftaran online lagi.
Baca Juga: Persaingan Nilai di SPMB SMK Jalur Prestasi Akademik Tak Terlalu Ketat
Kepala TK Negeri Pembina 2 Malang Niken Dwi Hastuti menuturkan, perolehan siswa dari pendaftaran online memang kurang. Untuk itu, sejak Juni pihaknya tetap membuka pendaftaran offline. ”Dari kuota 60 siswa, per hari ini sudah ada 51 pendaftar yang masuk sekolah kami,” ujarnya.
Niken juga sudah mulai melakukan sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada para wali murid baru. Puluhan orang tua itu dibimbing untuk mendampingi anaknya selama lima hari ke depan. Dia menyambut, masa pengenalan sekolah yang ramah dan edukatif. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho