MALANG KOTA - Program angkutan pelajar kemungkinan belum bisa menjangkau seluruh lembaga pendidikan. Dari 15 rute yang sudah ditetapkan, empat sekolah tidak kebagian karena alias tidak dilintasi. Mayoritas berada di Kecamatan Blimbing. Yakni SMPN 14 Malang, SMPN 16 Malang, SMKN 8 Malang, dan SMKN 12 Malang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, untuk titik sekolah yang belum dilalui angkot pelajar, saat ini masih dilakukan pembahasan.
Ada opsi memanfaatkan layanan lain, seperti bus halokes untuk meng-cover area tersebut. Ditambah lagi, layanan bus halokes belum dipastikan apakah dihentikan atau tetap berlanjut.
”Tiga sampai empat sekolah sementara ini belum dilalui angkot pelajar. Kami masih mengkaji menambah layanan,” ujar Jaya, panggilan Widjaja Saleh Putra.
Dia menyampaikan, dalam penyusunan rute angkutan pelajar, pihaknya menggunakan tiga skema. Pertama, mengacu pada jalur yang sebelumnya telah dilayani bus haokes. Kedua, memanfaatkan trayek angkot yang sudah ada atau existing. Ketiga, membuka layanan menuju kawasan sekolah yang belum memiliki akses angkutan umum.
Berdasarkan poin ketiga itu, ada dua rute yang akhirnya dibuka. Yakni menuju SMPN 23 dan SMPN 25, di Kecamatan Kedungkandang.
"Sebanyak 13 rute merupakan kombinasi bus halokes dan trayek angkot. Sedangkan dua rute merupakan tambahan," kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Untuk memudahkan masyarakat mengenali layanan angkutan pelajar, setiap armada akan dipasangi penanda khusus. Nantinya pengadaan akan dilakukan oleh koperasi angkot sebagai pelaksana program.
"Kemungkinan dipasang banner agar membedakan dengan angkot reguler," ucap Jaya.
Dalam setiap rute, Jaya menyampaikan, ada titik henti. Dishub mengimbau siswa bisa naik dari titik tersebut. Ini untuk mempersingkat waktu perjalanan, sehingga tidak perlu sering berhenti untuk menaikkan penumpang.
"Kami mengadopsi bus halokes. Siswa bisa naik dari titik henti maupun sekolah tujuan saat pulang," tandasnya.
Terkait jam operasional, dia mengatakan, sopir angkutan pelajar akan mulai bersiap sejak pukul 5 pagi. Kemudian melakukan penjemputan pada titik yang ditentukan. Kemudian untuk pulang menyesuaikan dengan masing-masing sekolah.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, pihaknya akan melihat terlebih dulu efektivitas dari angkutan pelajar. Setelah pemantauan, jika ada titik yang belum terjangkau. Bus halokes bisa masuk mengisi pos tersebut.
"Saat angkutan pelajar beroperasi, bus halokes sementara berhenti dulu. Kami akan evaluasi perlu ada penambahan atau tidak," tuturnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan