Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tatap Era Global, SMK Plus Almaarif Singosari Rancang Strategi Berbasis Data dan Karakter Aswaja

A. Nugroho • Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB
SEMANGAT: Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMK Plus Almaarif Singosari.
SEMANGAT: Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMK Plus Almaarif Singosari.

SINGOSARI, RADAR MALANG – Menatap Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Plus Almaarif Singosari langsung tancap gas. Sekolah kejuruan berbasis pesantren ini menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan pada Juli 2026 guna merumuskan program kerja yang terarah, terukur, dan selaras dengan visi global.

Rangkaian agenda strategis ini sejatinya sudah diawali sejak 2–4 Juli 2026 melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Tidak hanya itu, Laporan Rapor Pendidikan SMK Plus Almaarif Singosari tahun 2025 juga dibedah total. Hasil dari dua instrumen tersebut dijadikan kompas utama dalam penyusunan Perencanaan Berbasis Data (PBD) saat raker berlangsung.
Raker yang krusial bagi masa depan sekolah ini dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari,  KH Moh Anas Noor, SH, MH. Dalam pengarahannya, beliau mengingatkan esensi penting dari pengelolaan sekolah. "Satuan pendidikan, dalam hal ini SMK Plus Almaarif Singosari, mengemban amanah besar dari Allah, masyarakat, dan pemerintah. Oleh karena itu, amanah ini harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.


Kepala SMK Plus Almaarif Singosari, Toni Kuswinarto, menyampaikan rasa takzim dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran pengurus yayasan. Menurutnya, dukungan konkret dari yayasan menjadi bahan bakar utama sekolah untuk terus berinovasi. "Tanpa bimbingan dan pembinaan berkelanjutan dari Yayasan, tidak akan mungkin kami dapat menjalankan amanah pendidikan ini dengan optimal," ungkap Toni.

Dari hasil PBD tersebut, manajemen sekolah telah memetakan rencana aksi yang dibagi ke dalam lima pilar utama. Masing-masing pilar dieksekusi melalui dua tahapan taktis. 

- Tata kelola kelembagaan   Tahap 1 fokus pada penguatan fondasi dan penyelarasan visi (sinkronisasi). Tahap 2 berlanjut pada transformasi digital menuju manajemen modern (paperless school).
* Sumber daya manusia (SDM): Tahap 1 menguatkan penyelarasan mindset dan karakter (Religius-Profesional). Tahap 2 mendorong literasi digital dan adaptasi teknologi secara masif.
* Kurikulum dan pembelajaran: Tahap 1 menitikberatkan sinkronisasi kurikulum dan integrasi nilai dengan industri. Tahap 2 mematangkan pengembangan modul ajar digital berbasis proyek (Project-Based Learning).
* Kemitraan strategis: Tahap 1 melakukan pemetaan dan klasifikasi mitra potensial. Tahap 2 bergerak pada formalisasi kerja sama serta sinkronisasi kurikulum link and match.
* Peningkatan layanan Siswa: Tahap 1 mengawali dengan profiling dan matrikulasi karakter (pondasi religius). Tahap 2 memperkuat layanan bimbingan konseling dan mental health demi menjaga well-being siswa.


Toni Kuswinarto menambahkan, seluruh rencana aksi yang dirancang bermuara pada satu target besar. Yakni mewujudkan visi utama sekolah melahirkan lulusan yang beriman, berhaluan Ahlusunnah Waljamaah An-Nahdliyah, cerdas, terampil, mandiri, serta punya daya saing tinggi di era global. (*)

Editor : A. Nugroho
singosari kejuruan tahun ajaran SMK