Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Menteri Resmikan Pembukaan MPLS di Kota Malang, Pastikan Tak Ada Perploncoan

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:02 WIB
TEKANKAN BUDAYA ASRI: 1) Menko PMK Pratikno, 2) Mendikdasmen Abdul Mu’ti, 3) Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, dan 4) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan pembukaan MPLS di Gedung BBPPM BOE Malang, kemarin (13/7). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
TEKANKAN BUDAYA ASRI: 1) Menko PMK Pratikno, 2) Mendikdasmen Abdul Mu’ti, 3) Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, dan 4) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan pembukaan MPLS di Gedung BBPPM BOE Malang, kemarin (13/7). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tiga menteri meresmikan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak, kemarin (13/7). Ketiganya yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. 

Ketiganya hadir di Gedung Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, di Jalan Teluk Mandar, Kecamatan Blimbing. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga hadir. 

Tahun ini pengenalan sekolah fokus pada tiga aspek ramah. Yaitu ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya. Itu sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan MPLS. 

Ada empat misi yang diusung dalam MPLS di tiap sekolah. Yaitu budaya Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI). Tentu tujuan utamanya menjadikan sekolah yang memiliki budaya aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

”Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami butuh sinergi dari guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang memiliki aspek sosial, intelektual, dan spiritual kuat,” ujar Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti kepada awak media.

Mu’ti menyoroti latar belakang dan keadaan tiap siswa yang berbeda. Celah itu bisa menjadi bumerang bagi guru dan orang tua apabila tidak diarahkan dengan baik. Karena itu, sekolah harus bisa menghadirkan meeting point bagi siswa melalui wawasan, karakter, dan semangat tinggi untuk saling menghormati.

Penekanan MPLS tahun ini harus bersih dari kekerasan. Mu’ti menegaskan segala bentuk perpeloncoan dan pendisiplinan dengan dalih senioritas harus ditiadakan. ”Jadi kami minta semua MPLS didesain humanis, inklusif, dan partisipatif,” lanjut Mu’ti.

Senada dengan Mendikdamen, Menko PMK Pratikno juga menuturkan tiap sekolah harus menjamin ruang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sebab ketika anak mengalami kekerasan, dampaknya bakal bertahan untuk jangka waktu lama. Terutama untuk tumbuh kembang anak.

”Selain memastikan anak nyaman dan aman, kesehatan mental mereka juga harus diperhatikan,” ujar Pratikno. Menurut dia, tidak ada guna anak dididik hingga pintar kalau kesehatan mentalnya terganggu. 

Lebih lanjut Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menambahkan, dewasa ini masih banyak siswa yang terancam. Baik dari kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Seringkali kekerasan itu datang dari ruang yang seharusnya memberi korban rasa aman dan nyaman.

”Kami amati 71 persen kekerasan yang terjadi pada anak berasal dari orang terdekat,” ujar Arifa. Seperti dalam lingkup rumah tangga atau sekolah.

Untuk itu pemerintah sudah menghadirkan berbagai regulasi yang mendukung, namun implementasinya harus dibarengi peran keluarga, satuan pendidikan, dan seluruh masyarakat Indonesia. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
MPLS Kota Malang tiga menteri resmikan MPLS hari pertama sekolah mpls pendidikan kota malang