MALANG KOTA, RADAR MALANG - Seleksi penerimaan murid baru (SPMB) online untuk SD negeri yang rampung sejak Juni lalu tak mampu memenuhi pagu. Masih ada 1.251 posisi di SD negeri yang belum terisi. Itu berasal dari 97 SD negeri yang kini masih membuka pendaftaran secara offline.
Untuk diketahui, tahun ini jenjang SD negeri membuka 8.568 kuota. Namun hingga awal Juli hanya ada 7.317 kursi yang terisi. Penyebab tak terpenuhinya pagu itu cukup beragam. Salah satunya karena faktor populasi anak lulusan TK yang berkurang.
”Faktor lain juga bisa karena jumlah sekolah yang terlalu padat,” ujar Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim.
Di tiap kelurahan, minimal 2 sampai 8 SD negeri. Padahal populasi anak kecil juga mulai berkurang sejak program keluarga berencana (KB) menunjukkan hasil.
Sebagai contoh di Kelurahan Purwantoro yang masuk kawasan padat penduduk. Ada delapan SD negeri yang berada di sana dengan jarak berdekatan. Hanya dua sekolah yang berhasil memenuhi pagu di daerah itu. Sisanya ada yang masih kurang 15 hingga 21 siswa.
Gemuknya jumlah SD negeri itu menurut Adhim harus dikaji ulang. Seperti mengusulkan merger untuk sekolah yang kesulitan mencari murid dalam tiga tahun terakhir. Namun pihaknya tak bisa terburu-buru karena ada nasib guru dan siswa juga harus diperhitungkan.
Selain itu, beberapa SD negeri masih menyisakan banyak pagu, seperti SDN Bareng 1. Dari total 56 pagu yang dibuka, masih terisi 16 siswa.
Kepala SDN Bareng 1 Sarengat menuturkan, penurunan pendaftar baru terjadi tahun ini. Pihaknya saat ini masih berusaha memenuhi pagu itu dari pendaftaran offline. ”Kalau ada siswa dari luar Kota Malang juga kami persilakan mendaftar,” ujarnya.
Sebab aturan penerimaan pada SPMB offline tak seketat online. Wali murid hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran pendaftar saja. Tak perlu ada ketentuan jarak atau usia seperti pendaftaran online lagi.
Sarengat masih terus mencari penyebab turunnya pendaftar di sekolahnya. Apalagi SDN Bareng 1 merupakan sekolah unggulan yang masuk peringkat 4 terbaik sekolah di Kecamatan Klojen. Selain itu, capaian nilai TKA para siswa juga termasuk baik, bahkan ada yang meraih angka 96,67 di mata pelajaran Matematika. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra