Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

165 Sekolah Rusak di Kota Malang Masuk Antrean Perbaikan oleh Kemendikdasmen RI

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05 WIB
YANG LAINNYA MENUNGGU: Atap salah satu ruang kelas di SDN Purwantoro 4 tengah diperbaiki lewat APBD Kota Malang. (Nabila Amelia/Radar Malang)
YANG LAINNYA MENUNGGU: Atap salah satu ruang kelas di SDN Purwantoro 4 tengah diperbaiki lewat APBD Kota Malang. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ratusan sekolah yang mengalami kerusakan masuk dalam daftar antrean rehabilitasi. Sesuai proyeksi awal, rehabilitasi bakal dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Di sana memang ada program Revitalisasi Satuan Pendidikan. 

Sebelum mendapat rehab, sekolah-sekolah harus mendaftarkannya lewat data pokok pendidikan (dapodik). Pendaftaran harus disertai keterangan dan bukti kerusakan. Hasilnya, tahun ini ada 83 sekolah yang bakal mendapat perbaikan. 

Sekolah-sekolah itu sudah melalui proses verifikasi. Sebab sebelumnya ada 97 sekolah yang mendaftarkannya pada tahap pertama. Sisa 14 sekolah yang belum mendapat jatah perbaikan bakal masuk pada perbaikan tahap kedua. 

Kemungkinan besar, perbaikan pada tahap kedua bakal dilakukan tahun depan. Bila ditotal, ada 165 sekolah yang masuk dalam daftar antrean perbaikan.

”Kami dari pemda hanya bisa memantau dan membantu verifikasi saja untuk program dari Kemendikdasmen itu,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim.

Selain Kemendikdasmen RI, ada peran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam proses verifikasi. Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang tak punya banyak anggaran untuk men-cover perbaikan sekolah rusak. Sejak 2025, nominal anggaran yang tersedia tetap sama, yakni Rp 2 miliar.

Meski ada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada tengah tahun, Adhim memastikan tak ada tambahan alokasi dana untuk rehabilitasi sekolah dari Pemkot Malang.

”Berdasar perancangan anggaran untuk tahun 2027, kemungkinan besar nilainya juga tetap sama,” lanjut Adhim. Sebab saat ini kondisi keuangan Pemkot Malang masih mengalami efisiensi. 

Melihat detail kerusakan yang diajukan sekolah dari program Revitalisasi Satuan Pendidikan, saat ini belum ada yang mendesak untuk segera dibangun.

Sebab dana rehabilitasi sekolah dari Pemkot Malang biasanya dikhususkan untuk sekolah yang mengalami musibah tiba-tiba.

Selain itu, beberapa sekolah yang mengajukan revitalisasi tak hanya berkaitan dengan perbaikan ruangan saja. Ada juga sekolah yang mengajukan pembangunan ruang baru. Seperti ruang kelas, ruang laboratorium, hingga ruang guru. (aff/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
sekolah rusak di kota malang sekolah rusak menunggu perbaikan Sekolah Rusak disdikbud kota malang kemendikdasmen