Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepekan 95 Pelajar Disabilitas Ikuti MPLS di Malang

Nabila Amelia • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:21 WIB
ANAK-ANAK HEBAT: Pelajar SLB ABD Negeri Kedungkandang mengikuti kegiatan MPLS di halaman sekolah, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
ANAK-ANAK HEBAT: Pelajar SLB ABD Negeri Kedungkandang mengikuti kegiatan MPLS di halaman sekolah, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Semarak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya terasa di sekolah reguler. Namun juga dirasakan pelajar-pelajar di sekolah luar biasa (SLB). Salah satunya di SLB ABD Negeri Kedungkandang yang selama hampir sepekan terakhir menggelar MPLS untuk 95 pelajar disabilitas.

Kepala SLB ABD Negeri Kedungkandang Unggul Indarto mengatakan, MPLS di tempatnya digelar dari tanggal 13 sampai 17 Juli. ”Baik 79 siswa lama maupun 16 siswa baru kami ikutkan MPLS,” kata dia, kemarin (17/7).

Baca Juga: MPLS, 32 Pelajar SLB C Kedungkandang Ikuti Simulasi Gempa

Menurut Unggul, untuk siswa baru yang masuk pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini lebih banyak. Tahun lalu, pihaknya menerima 10 siswa baru. Unggul melanjutkan, pihaknya menggelar MPLS seperti yang sudah rutin digelar tahun-tahun sebelumnya. 

”Harapannya mereka merasa diterima, aman, dan nyaman selama bersekolah di sini. Karena mereka juga memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan,” tegas dia. Kegiatan yang digelar selama MPLS pun cukup beragam. Diawali dengan seremonial, pelepasan balon, hingga kegiatan-kegiatan yang disesuaikan dengan disabilitas pada masing-masing siswa.

Sebagai contoh untuk disabilitas tuli ada kegiatan bina wicara atau belajar untuk berkomunikasi. Kemudian disabilitas daksa mendapat terapi motorik dan sensorik. Selain itu disabilitas netra diajak melakukan orientasi mobilitas atau mengenal letak ruangan-ruangan di sekolah.

Baca Juga: Tiga Menteri Resmikan Pembukaan MPLS di Kota Malang, Pastikan Tak Ada Perploncoan

Ada pula kegiatan yang melibatkan para orang tua. Yakni menanam sayuran di sekolah. Lalu pengenalan makanan tradisional. ”Jadi untuk pengenalan makanan tradisional itu para siswa diminta membawa bekal sesuai makanan-makanan di Indonesia,” sambung Unggul.

Kemudian ada penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia. Setiap hari, rangkaian MPLS diikuti dari pagi sampai pukul 10.30. Para siswa pun terlihat antusias mengikuti MPLS. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
slb mpls abd kedungkandang