Bangun Sekolah Inklusi, MI Terpadu Ar-Roihan Malang Petakan Potensi Anak sejak Dini

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:35 WIB

 

MEMBANGGAKAN: Para guru MI Terpadu Ar-Roihan Pasific Early Childhood Education Research Association (PECERA) 2026 di Singapura beberapa waktu lalu.
MEMBANGGAKAN: Para guru MI Terpadu Ar-Roihan Pasific Early Childhood Education Research Association (PECERA) 2026 di Singapura beberapa waktu lalu.

 

Potensi siswa MI Terpadu (MIT) Ar-Roihan sudah digali sejak pertama kali masuk sekolah. Baik peserta disabilitas maupun non-disabilitas. Pada 2022 lalu, madrasah di Kelurahan Lawang tersebut berhasil mencetak rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai madrasah dengan siswa ABK terbanyak.

 

SAAT itu, MIT Ar-Roihan memiliki 83 siswa berkebutuhan khusus dengan 53 guru pendamping. Berdasar situs web MURI, sekolah inklusi hanya 5-10 atau maksimal 20 anak berkebutuhan khusus dengan 3-5 guru pendamping. Oleh karena itu, madrasah tersebut menjadi program percontohan madrasah inklusi di Kemenag RI dengan jumlah siswa ABK terbanyak.

Kepala MIT Ar-Roihan Dr Lailil Qomariyah MPd mengatakan, jumlah siswa ABK di sekolah tersebut lebih banyak.

“Saat ini terdapat 96 siswa ABK dari kelas 1-6. Kemudian dari total 131 guru yang bertugas, 70 di antaranya merupakan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang didedikasikan penuh untuk membimbing siswa ABK,” ujarnya ditemui di MIT Ar-Roihan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan kondusif. Dia menyebut, orang tua tidak perlu khawatir menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut. Sebab satu guru akan fokus mengurus 1-2 anak.

“Meski ABK juga akan kami maksimalkan prestasinya. Termasuk salah satu ABK yang terlalu aktif dan anaknya sering lari-lari. Daripada dia lari tanpa arah, kami ikutkan ekstrakurikuler lari,” kata alumni program doktoral Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Malang (UM) terus.

Upaya tersebut membuahkan hasil. ABK tersebut berhasil meraih perlombaan lari. Dua rekor MURI juga pernah diraih madrasah tersebut. Yakni peraih penghargaan MURI 2012 untuk menulis delapan mushaf Al-Qur’an dalam waktu 30 menit dengan peserta lebih dari 3.800 siswa. Selain itu, lanjutnya, pada 2022, madrasah tersebut kembali mencetak rekor MURI untuk pemrakarsa senam KITA BISA yang diikuti 200 ABK.

Prestasi peserta didiknya juga tidak kalah. Dalam satu tahun ajaran, rata-rata bisa meraih 170-180 penghargaan. Mulai kompetisi lokal hingga internasional. Pada Agustus 2025 lalu, delegasi MIT Ar-Roihan berhasil meraih bronze medal dalam International Mathematics Contest Singapore (IMCS).

“Karena prestasi tersebut, kami menjadi salah satu sekolah yang dipertimbangkan orang tua. Setiap tahun, pendaftar yang masuk melalui jalur inden mencapai lebih dari 300 calon siswa. Namun kami hanya menerima 130 anak per tahun,” kata dia.

​Dia menjelaskan, salah satu keunggulan utama madrasah tersebut terletak pada penerapan Multiple Intelligence Research (MIR) yang dilakukan sesaat setelah siswa diterima. ​Melalui pemetaan MIR, pihak sekolah dapat mendeteksi sejak dini jenis kecerdasan dominan pada anak. Baik kecerdasan kinestetik, matematika-logis, linguistik, maupun kecerdasan lainnya.

Hasil riset individual tersebut kemudian diserahkan ke orang tua agar minat dan bakat anak bisa dikawal bersama sejak kecil. Ketika ada kompetisi atau perlombaan, pihak sekolah sudah memiliki peta data siswa yang siap diterjunkan (ready to-go).

“Kami ada sekitar 40 ekstrakurikuler yang bisa diikuti peserta didik sejak kelas 1,” imbuhnya.

Ekstrakurikuler tersebut seperti bidang olahraga ada futsal, karate, panahan, renang, dan catur. Kemudian kesenian dan kreatif ada musik, tari, banjari, menggambar, fotografi, serta animasi. Ada juga bidang keterampilan hidup (life skills) seperti memasak dan merajut.

Selain itu, bidang teknologi dan sains seperti klub coding, robotic, klub sains, dan klub matematika. Di bidang bahasa ada bahasa Inggris dan bahasa Arab. Bagi ABK juga ada les komputer khusus, mewarnai, dan terapi kemandirian lainnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
MI Terpadu Malang anugerah pendidikan Pendidikan Malang