Padukan Pendidikan Keagamaan dan Vokasi, MAN 3 Malang Cetak Lulusan Siap Kerja dan Tembus PTN

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:56 WIB

 

SDM BERKUALITAS: Para guru MAN 3 Malang menyaksikan siswa-siswinya mengasah keterampilan beberapa waktu lalu.
SDM BERKUALITAS: Para guru MAN 3 Malang menyaksikan siswa-siswinya mengasah keterampilan beberapa waktu lalu.

 

Tidak hanya menawarkan pendidikan keagamaan, MAN 3 Malang juga memberi fasilitas persiapan kerja atau pendidikan vokasi. Itu karena 80 persen peserta didik berorientasi keterampilan, kemudian sisanya 20 persen melanjutkan ke perguruan tinggi.

 

SETIAP tahun, lulusan MAN 3 Malang yang lolos seleksi masuk perguruan tinggi semakin banyak. Dari yang sebelumnya 11 anak, meningkat menjadi 25 anak pada tahun ini. Di antaranya diterima di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Brawijaya (UB). Begitu pula yang langsung bekerja. Ada juga yang saat masa PKL sudah direkrut oleh pemilik usaha untuk bekerja.

Kepala MAN 3 Malang Muhamad Dimyati Mabruri menyampaikan, perpaduan pendidikan keagamaan dan vokasi diambil sebagai bentuk respons terhadap keresahan masyarakat. Utamanya di Malang selatan.

“Banyak orang tua yang berharap anak-anak mereka yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tetap memiliki keahlian untuk langsung terjun ke dunia kerja,” kata dia.

Namun, dia melanjutkan, para orang tua juga khawatir dengan pendidikan akhlak dan keimanan anak-anaknya. Sehingga dengan dibentuknya madrasah yang juga memberi pendidikan vokasi, orang tua tidak perlu khawatir lagi.

“Pembelajaran keagamaan tetap menjadi fondasi utama kami. Kurikulum khas madrasah seperti Al-Qur'an Hadits dan Fiqih tetap penuh. Pembiasaan ibadah seperti salat duha, berjamaah, istigasah, hingga tahlil terus kami utamakan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Kepala (Waka) Bidang Akademik MAN 3 Malang Ahmad Mudzakki menyebut, meski 80 persen siswanya minat langsung bekerja, pihaknya tetap memfasilitasi 20 persen siswa yang ingin lanjut ke perguruan tinggi. Yakni melalui bimbingan belajar (bimbel) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) intensif di sekolah selama tiga bulan.

Bimbel dikelola mandiri oleh sekolah dengan fokus tiga materi inti. Yakni literasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan tes kuantitatif.

“Untuk tryout, kami bekerja sama dengan bimbel eksternal, seperti ruang guru untuk mengukur kemampuan anak-anak,” ujarnya.

Berbeda dengan madrasah umum, MAN 3 Malang tidak setengah-setengah dalam menggarap program vokasi. Berbekal SK MAN Keterampilan atau MAN Vokasi, pengelolaan kurikulum vokasi di madrasah tersebut diformulasikan menyerupai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

​Salah satunya melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Prakerin secara rutin. Para siswa diterjunkan langsung ke berbagai dunia usaha dan dunia industri yang relevan. Mulai dari sektor perhotelan, bengkel resmi (AHASS), industri percetakan dan desain grafis, hingga lini bisnis kuliner (restoran/resto).

Tak jarang, siswa yang dinilai cakap langsung direkrut bekerja oleh perusahaan tempat magang, meski sebelum resmi diwisuda.

​"Kalau ada industri yang langsung merekrut, kami berikan kesempatan penuh. Soal ujian sekolahnya kami kirimkan secara online. Mereka tidak perlu bingung harus ke sekolah, yang penting karir mereka sudah jelas,” lanjutnya.

Ketua Keterampilan MAN 3 Malang Wahyu Suci Saputri menyampaikan, sebelum terjun ke lokasi PKL, siswa akan dibekali kesiapan mental dengan mengundang psikolog supaya siap beradaptasi dengan iklim dunia kerja.

“Setelah PKL selama tiga bulan, kami ada UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) yang pengujinya dari dunia industri langsung. Jadi penilaiannya dari pihak eksternal,” pungkasnya.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
MAN 3 Malang sekolah unggulan Pendidikan Malang