LLDIKTI VII Dorong Profesor Jadi Agen Perubahan, UWG Tambah Dua Guru Besar

A. Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:48 WIB
BERSEJARAH: Universitas Widya Gama (UWG) Malang saat menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Kampus II UWG Malang, Rabu (22/7).
BERSEJARAH: Universitas Widya Gama (UWG) Malang saat menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Kampus II UWG Malang, Rabu (22/7).

 

MALANG, RADAR MALANG – Universitas Widya Gama (UWG) Malang memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan dua guru besar baru sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada enam profesor emeritus dalam Sidang Senat Terbuka di Kampus II UWG, Rabu (22/7). 

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan riset, inovasi, dan sumber daya manusia.

Dua dosen yang resmi menyandang jabatan guru besar adalah Prof Dr Ir Ririen Prihandarini, M.S. sebagai Guru Besar Bidang Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian serta Prof Dr Ana Sopanah Supriyadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA. sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Sektor Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

TEGAS: Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri, S.E., M.M saat memberi sambutan.
TEGAS: Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri, S.E., M.M saat memberi sambutan.

 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Dyah Sawitri, S.E., M.M. yang hadir dalam pengukuhan tersebut menekankan bahwa jabatan profesor harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

 

Profesor harus menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Kampus yang bermutu lahir dari dosen yang bermutu, tata kelola yang kuat, dan komitmen bersama untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi," tegasnya.

Menurut Dyah, guru besar memiliki peran strategis dalam menjaga mutu akademik sekaligus mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan jumlah profesor harus diikuti kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

Ia juga mendorong perguruan tinggi terus memperkuat budaya mutu, mengembangkan sistem student centered learning, memperluas pengembangan sains dan teknologi, serta mengejar akreditasi unggul agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Sementara itu, Rektor UWG Malang Dr Anwar, S.H., M.Hum. mengatakan bertambahnya dua guru besar menjadi pencapaian penting bagi pengembangan kualitas akademik di UWG.


"Guru besar bukan sekadar jabatan akademik tertinggi, tetapi motor penggerak inovasi, riset, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Melalui pengukuhan ini, UWG semakin siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan memperkuat daya saing di tingkat global," ujarnya.

Menurut Anwar, selama periode 2024-2026 UWG terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di antaranya melalui penambahan empat dosen bergelar doktor, 21 kenaikan jabatan akademik dosen, enam dosen bersertifikat pendidik profesional, serta pengangkatan enam profesor emeritus.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Ririen mengangkat tema Revolusi Bioindustri: Inovasi Kunci Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Pemulihan Lingkungan. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, penggunaan biofertilizer, biodekomposer, dan agen hayati mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Bahkan, sejumlah hasil riset yang dikembangkannya telah dihilirisasi menjadi produk industri.

Di sisi lain, Prof Ana Sopanah melalui orasi Akuntansi Kearifan Lokal: Dari Nilai Budaya Menuju Akuntabilitas dan Keberlanjutan Organisasi menegaskan bahwa akuntansi harus dibangun di atas nilai budaya agar mampu melahirkan tata kelola organisasi yang berintegritas dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina YPPI Widya Gama Malang Prof Dr Muryati, S.E., M.M. menyerahkan SK kepada enam profesor emeritus, yakni Prof Dr Ir Agoes Soehardjono, M.D., M.S., Prof Dr Ir Budi Sugiarto Waloeya, M.S.P., Prof Dr H. Armanu, S.E., M.Sc., Prof Dr Maryunani, S.E., M.S., Prof Dr Ir Sonny Leksono, S.E., M.S., dan Prof Dr Ir H. Djoko Kustono, M.Pd.

Kehadiran para profesor emeritus tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sidang Senat Terbuka itu dihadiri pimpinan universitas, Dewan Pembina dan Pengurus YPPI Widya Gama Malang, sivitas akademika, para guru besar, serta tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi dan instansi. Dengan penambahan dua guru besar dan enam profesor emeritus, UWG optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi dan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (llk)

Editor : A. Nugroho
senat Profesor malang UWG