SURABAYA, RADAR MALANG – Langkah strategis kembali ditorehkan MTsN 2 Kota Malang dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan berasrama sekaligus memperluas jejaring internasional. Madrasah yang dikenal melalui program Ma'had Nawaina ini menjadi salah satu peserta dalam Upgrading Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Berasrama dan Penguatan Kerja Sama dengan Korea Muslim Federation (KMF) yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada 21–22 Juli 2026 di Hotel Best Western Papilio Surabaya.
Forum tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, melainkan menjadi momentum strategis yang mempertemukan para kepala madrasah berasrama, pengelola ma'had, akademisi, serta mitra pendidikan internasional untuk merumuskan arah pengembangan madrasah berasrama yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. ada kesempatan tersebut, MTsN 2 Kota Malang diwakili langsung oleh Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., bersama Mudzir Ma'had Nawaina, Arif Bahtiar, S.Ag., M.Pd. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen madrasah untuk terus menghadirkan layanan pendidikan berasrama yang tidak hanya unggul dalam pembinaan akademik, tetapi juga kokoh dalam pembentukan karakter Islami.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKM) antara madrasah berasrama di Jawa Timur dengan Korea Muslim Federation (KMF) yang diwakili oleh Mr Kim Hyungmin, General Manager Busan Branch of Korea Muslim Federation. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membuka peluang kolaborasi internasional, mulai dari pertukaran guru dan murid, pengembangan program pembelajaran, hingga akses beasiswa studi lanjut di Korea bagi santri melalui jalur tahfiz Alquran.
Di balik terbukanya peluang global tersebut, kegiatan ini juga mengingatkan bahwa kualitas madrasah berasrama harus tetap berpijak pada fondasi pendidikan Islam yang kuat. Dalam materi Upgrading Kompetensi GTK Madrasah Berasrama, Kasubdirektorat GTK Kementerian Agama RI, Dr Imam Bukhori, M.Pd., menekankan bahwa guru memiliki peran sentral dalam memastikan setiap santri menguasai ilmu-ilmu fardu ain secara benar sebelum mempelajari amalan-amalan sunnah.
Imam menegaskan bahwa kemampuan membaca Alquran dengan baik, pelaksanaan wudu sesuai tuntunan syariat, pemahaman rukun salat, serta penguasaan hukum-hukum dasar tentang kesucian merupakan fondasi utama pembentukan karakter Islami. Dari fondasi inilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlaknya.
Selain materi kebijakan GTK, peserta juga memperoleh penguatan mengenai manajemen madrasah berasrama, strategi pembelajaran Kutubut Turats, praktik baik kolaborasi pendidikan bersama Korea Muslim Federation, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan Forum Madrasah Berasrama Jawa Timur sebagai wadah sinergi antar-madrasah.
Menguatkan Ma'had Nawaina melalui Kolaborasi dan Inovasi
Mudzir Ma'had Nawaina MTsN 2 Kota Malang, Arif Bahtiar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam mengembangkan ma'had agar semakin responsif terhadap perkembangan pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Forum ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi yang sangat bermakna. Banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi untuk memperkuat pembinaan santri di Ma'had Nawaina. Kami optimistis, melalui jejaring yang semakin luas, kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter santri akan semakin berkembang serta mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan," ujarnya.
Komitmen Menindaklanjuti Hasil Forum Strategis
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya forum yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat mutu pendidikan madrasah berasrama di Jawa Timur. Menurut beliau, peningkatan kompetensi guru harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter Islami sehingga madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu sekaligus kokoh dalam akhlak.
Beliau menilai bahwa kerja sama dengan Korea Muslim Federation bukan sekadar membuka akses internasional, tetapi juga menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan di Ma'had Nawaina.
"Kami memandang kegiatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk membawa madrasah berasrama semakin maju. Pesan yang paling menguatkan adalah pentingnya memastikan setiap murid memiliki fondasi ibadah yang benar sebagai bekal utama kehidupan. Di sisi lain, terbukanya peluang kerja sama internasional merupakan amanah yang harus disambut dengan kesiapan dan peningkatan kualitas. Insyaallah, hasil forum ini akan kami tindak lanjuti melalui penguatan program Ma'had Nawaina, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, pengembangan budaya akademik dan keagamaan, serta perluasan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan MTsN 2 Kota Malang," bebernya.
Keikutsertaan MTsN 2 Kota Malang dalam forum ini menjadi bukti bahwa madrasah terus mengambil bagian dalam setiap upaya peningkatan mutu pendidikan, baik di tingkat regional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan nilai-nilai Islam, MTsN 2 Kota Malang berkomitmen menghadirkan pendidikan berasrama yang semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing global, sejalan dengan visinya untuk mencetak generasi yang berkarakter Islami, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
"Mutiara dari Timur Kota Malang, Pancarkan Seribu Talenta."
MATSANDATAMA SOLMETKER!
Solid, Maju, Terdepan, Kompeten, Berkarakter.